Rumor

LIX

Rumor

Lukisan Antoine-Jean Gros, Bonaparte visitant les pestiférés de Jaffa, 1804

antoine-jean_gros_-_bonaparte_visitant_les_pestiferes_de_jaffa

Sebuah Fragmen

Para penyair menggambarkan Rumor sebagai seorang raksasa. Mereka melukiskan Rumor satu sisi dengan baik dan menawan tetapi di sisi lain dengan singkat dan menakutkan. Continue reading “Rumor”

Perubahan Hal-Hal Yang Tiba-Tiba

LVIII

Perubahan Hal-Hal Yang Tiba-Tiba

Lukisan John Linnell, Noah, The Eve of the Deluge, 1848

noah_the_eve_of_the_deluge_by_john_linnell_1848

Salomo[1] berkata, tidak ada hal baru di atas bumi[2]. Sama seperti imajinasi Plato[3], semua pengetahuan hanyalah ingatan; maka Salomo bernubuat, semua kebaharuan adalah kesia-siaan[4]. Continue reading “Perubahan Hal-Hal Yang Tiba-Tiba”

Kemarahan

LVII

Kemarahan

 Lukisan François Bruneri,The Kiss

the-kiss

Memadamkan kemarahan adalah prinsip Stoa[1]. Namun kita, lewat kitab suci, mempunyai revelasi yang lebih baik: Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu[2]. Continue reading “Kemarahan”

LVI Pengadilan

Lukisan Theodoor van Thulden, Allegory of Justice and Peace

 

 Para hakim haruslah ingat bahwa tugas mereka adalah jus dicere dan bukan jus dare; untuk menafsir hukum, dan bukannya membuat hukum atau memberikan hukum. Continue reading “LVI Pengadilan”

LV Kehormatan Dan Reputasi

Lukisan Paris Bordone , Portrait of a man in armor with two pages

paris-bordoneKemenangan kehormatan adalah penyingkapan keutamaan dan nilai yang dihidupi oleh manusia tanpa adanya kepalsuan. Sebab ada manusia yang dalam tindakannya menipu tetapi efeknya ia mendapat kehormatan dan reputasi sehingga dibicarakan oleh kebanyakan orang namun sebenarnya dalam hati kurang pantas dipuji. Continue reading “LV Kehormatan Dan Reputasi”

LIV Keangkuhan

Lukisan Cleto Luzzi, The Recital

Didongengkan dengan indah oleh Aesop[1]: Si lalat duduk di atas gandar roda kereta dan berkata, Sungguh hanyalah debu yang kuangkat! Continue reading “LIV Keangkuhan”

LIII Pujian

 

Lukisan Henry Gillard Glindoni, The Flower Girl

Pujian adalah pantulan kebaikan, tetapi pujian ibarat gelas atau badan yang memantulkan kebaikan. Seandainya pujian datang dari orang-orang biasa, maka umumnya pujian tersebut palsu dan sia-sia; bahkan pujian yang demikian membuat diri menjadi orang sombong daripada orang yang benar. Sebab orang awam tidaklah memahami banyak hal tentang kebaikan-kebaikan yang terpuji. Continue reading “LIII Pujian”

LII Formalitas Dan Penghormatan

Lukisan Francesco Boda, The Betrothal

beda

Dia yang benar-benar otentik haruslah memiliki keunggulan yang bersumber dari bagian-bagian keutamaan yang luhur, ibarat sebuah batu yang harus dikayakan tetapi tanpa daun emas atau perak demi menambah kilaunya. Continue reading “LII Formalitas Dan Penghormatan”

LI Fraksi

Lukisan Nicolas Lancret, The Seat of Justice in The Parliament Of Paris,1724

nicolas_lancret_-_the_seat_of_justice_in_the_parliament_of_paris_in_1723

Banyak orang beropini dengan tidak bijaksana, bahwa hanyalah seorang raja yang dapat memerintah kerajaannya atau bahwa hanyalah seorang yang hebat yang dapat menentukan kebijakannya. Continue reading “LI Fraksi”

L Belajar

 Lukisan Johann Hamza, An Elegantly Dressed Gentleman, seated beside a table in a library reading

 

 

 

 

 

Belajar itu bermanfaat untuk kesenangan, untuk hiasan dan untuk kemampuan. Continue reading “L Belajar”