Dunia & Dinamikanya Dalam Penyelenggaraan Ilahi

 

Lukisan: Paul ELie Ranson, Apple Tree With Red Fruit

Hal-hal yang paling manis dan terindah yang ada di dunia tidaklah dapat dilihat ataupun disentuh.  Mereka  harus dirasakan dengan hati.

                                                                                                     Helen Keller

Dunia mempresentasikan ritmenya, ruang dan waktunya. Di balik representasinya, dunia adala suatu misteri yang suci. Sebagai misteri yang suci dunia bukanlah satu entitas yang terbangun dari totalitas fakta, yang dapat diinterpretasikan secara subyektif lepas dari makna sakralnya. Continue reading “Dunia & Dinamikanya Dalam Penyelenggaraan Ilahi”

Manusia dan Penyelenggaraan Ilahi

Lukisan: Michaelangelo, The Creation of Adam, 1512

Manusia dilahirkan bukan untuk mengisi rekening banknya

Dia dilahirkan untuk menemukan Tuhan dan mencintai sesamanya

Cardinal Robert Sarah

 

Predestinasi

Kehidupan selalu baik adanya karena penyelenggaraan ilahi. Realitas ini merupakan suatu intuisi bahkan suatu pengalaman yang disodorkan kepada manusia sehingga manusia dipanggil untuk mencari dan memahami alasan yang lebih dalam serta merefleksikannya supaya alasan dan refleksi setidaknya diinkorporasikan dalam praktis kehidupan. Continue reading “Manusia dan Penyelenggaraan Ilahi”

Penyelenggaraan ilahi

 

Lukisan: Pietro da Cortona, Triumph of Divine Providence, 1633

Tuhan sedang berkerja meskipun tampaknya tidak terjadi apa-apa.

Tuhan juga tidak diam dan tidak berpangku tangan

ketika kejahatan merajalela dan penderitaan berlangsung

Fakta adanya penyelenggaraan ilahi sering dilupakan padahal penyelenggaraan ilahi merupakan bukti yang paling konkret tentang Tuhan dalam karya dan tindakan-Nya. Penyelanggaraan ilahi menjadi jauh dalam pergaulatan iman karena orang berkutat dengan rutinitas dan tuntutan hidup yang semakin berat padahal penyelenggaraan ilahi hadir di dalam realitas sehari-hari paling sederhana. Continue reading “Penyelenggaraan ilahi”

Kebebasan, Manusia dan Tuhan

Lukisan: Mariano Alonso Perez y Villagrossa, Gallant Scene at the Market 

Kita mewarnai hidup kita dengan tinta kebebasan kita

Kebebasan telah menjadi tema penting dalam pergulatan manusia mengisi dan menjalani hidupnya. Manusia mencoba terus mencari, mengerti dan memaknai kebebasannya. Sekarang ini, semakin mencengkerammnya modernitas yang mengedepankan rasionalitas, kebebasan semakin menjadi subyektif seolah kebenaran ditentukan hanya oleh diriku. Continue reading “Kebebasan, Manusia dan Tuhan”

Human Sexuality: A Love between Man and Woman in Divine love

 

Anonymous painter

Introduction

 

Descartes philosophy Cogito Ergo SumI think, I am existing– distinguishes reality as res cogitanz and res extenza. The former means that consciousness is achieved by thinking and the latter means all the consequences that flow from it. Continue reading “Human Sexuality: A Love between Man and Woman in Divine love”

Cuci Tangan Pilatus: Sebuah Pengkhianatan Terhadap Kehormatan Manusia

 Lukisan Jean Francois Millet, The Goose Girl, 1886

 

Life is the love of life

        Emmanuel Levinas               

Ponsius Pilatus -wali negeri Yudea- adalah dilema sejarah. Dikatakan dilema sejarah karena peristiwa penyaliban Yesus oleh Pilatus adalah peristiwa lampau yang selalu mendorong kita untuk menimbang dan bertanya apakah tindakannya menyalibkan orang Nazareth itu dan cuci tangannya bisa dibenarkan? Continue reading “Cuci Tangan Pilatus: Sebuah Pengkhianatan Terhadap Kehormatan Manusia”

Journal Writing: Traces of the Divine Message

 Lukisan Lord Frederick Leighton, Winding the Skein

 

“This is a wicked generation, it is asking for a sign.

The only sign it will be given is the sign Of Jonah

Luke 11:29

God speaks his words and his will to human -his noblest creature- every time and everywhere. Continue reading “Journal Writing: Traces of the Divine Message”

Berjalan Bersama Keluarga Nazaret

Lukisan Giotto di Bondone, Natività (1303-1305, Padova, Cappella degli Scrovegni)

giotto-nativita-1303-1305-padova-cappella-degli-scrovegni

 

 

 

 

 

Kata seorang filsuf Tiongkok kuno:

Kekokohan negara berakar pada kebahagiaan keluarga.

  Kebahagiaan keluarga merupakan kebaikan dunia.

  Kebaikan dunia adalah sukacita surga.

Sukacita surga turun menjadi berkat bagi keluarga yang baik dan bahagia” Continue reading “Berjalan Bersama Keluarga Nazaret”