Tubuh, Bahasa, dan Ucapan

 

Lukisan: Paul Gustave Fischer, Waiting for The Tram

Bahasa adalah suatu kulit: aku menggosokkan bahasaku melawan satu sama lain. Seolah-olah aku memiliki kata-kata, bukan jari-jari, atau jari-jari di akhir kata-kata. Bahasaku bergetar dari hasrat. Emosi berasal dari kontak ganda: di satu sisi, segala aktivitas diskursus secara diam-diam dan tidak langsung mengungkapkan penandaan unik, yaitu aku menghasratkanmu (emosi) dan aku membebaskan emosi:aku memberi makan emosi, aku mengembangkan emosi,aku meledakkan emosi (bahasa menikmatinya dengan menyentuh dirinya sendiri); di sisi lain, aku membungkus emosi satu sama lain dengan kata-kataku, aku membelainya, aku menyikatnya, aku mempertahankan kesenangan ini, aku menghabiskan waktu untuk melangsungkan komentar yang mana relasi itu kukirimkan.

Roland Barthes

Percakapan antara aku dan kamu menciptakan suatu peristiwa di dunia karena adanya makna, pesan dan intensi yang termuat di dalam percakapan kita. Makna, pesan dan intensi tersampaikan dan terpahami berkat realitas tubuh. Continue reading “Tubuh, Bahasa, dan Ucapan”

Kegembiraan Adven

Lukisan: Henry Matisse, Two Grils and Blue Windows

Tahun A

Minggu Adven II

Yesaya 11: 1-10

Roma 15: 4-9

Matius 3: 1-12 

“Pada waktu itu suatu tunas akan keluar dari panggul Isai dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah”

Negeri-negeri di Timur Tengah dan Afrika memiliki wilayah-wilayah yang berpadang gurun. Arab, Irak, Yordania, Yaman dikelilingi oleh padang gurun Arabia, Israel memiliki padang gurun dengan nama Yudea, gurun Sahara melintasi Mesir dan Libya dan beberapa negeri Afrika lainnya. Continue reading “Kegembiraan Adven”

Pakaian Pesta Untuk Pesta Perkawinan Anak Raja

Lukisan: Carl Herpfer, The Wedding Party

Matius 22: 1-14

                                                                                                                                  “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”

 

29 Juli 1981, sejuta orang berkumpul di pusat kota London tepatnya sepanjang jalanan istana Buckingham menuju gereja katedral St. Paul. Bendera Inggris yang disebut union jack dan bunga-bunga menyulam dan menghiasi kota London. Atmosfer patriotisme dan nasionalisme menyelubungi hati rakyat Inggris. Kemudian, ketika kereta kencana kemaharajaan yang diiringi pasukan Inggris melintas di jalanan, tepuk tangan meriah dan lagu kebangsaan Inggris God Save The Queen melambung ke angkasa. Continue reading “Pakaian Pesta Untuk Pesta Perkawinan Anak Raja”

Ajarilah Kami Berdoa

Lukisan: Vincent Van Gogh, Field With Rising Sun, 1889

Lukas 11: 1-4

Seorang anak perempuan membuat lukisan kecil pada waktu belajar menggambar. Latar belakang lukisan itu adalah warna hitam lalu ada gambar hati di dalam matahari. Gambar hati dan matahari itu begitu indah. Jika orang melihat lukisan ini maka pelihatnya akan terbawa dan tenggelam dalam kedalaman misteri lukisan itu: orang akan kagum dengan gambar hati di dalam matahari yang begitu bercahaya. Continue reading “Ajarilah Kami Berdoa”

The Mystery of Being Follower of Jesus

Painting: Renoir, Cagnes Landscape With Woman and Child, 1910

Mark 10:28-31

We have left everything to follow you

One of the conditions of following Jesus is to leave everything we have. Becoming the disciples of Jesus seems no price and reward at all; indeed, in the eyes of the world, it is an absurdity and a non-sense. Continue reading “The Mystery of Being Follower of Jesus”

Dunia & Dinamikanya Dalam Penyelenggaraan Ilahi

 

Lukisan: Paul ELie Ranson, Apple Tree With Red Fruit

Hal-hal yang paling manis dan terindah yang ada di dunia tidaklah dapat dilihat ataupun disentuh.  Mereka  harus dirasakan dengan hati.

                                                                                                     Helen Keller

Dunia mempresentasikan ritmenya, ruang dan waktunya. Di balik representasinya, dunia adala suatu misteri yang suci. Sebagai misteri yang suci dunia bukanlah satu entitas yang terbangun dari totalitas fakta, yang dapat diinterpretasikan secara subyektif lepas dari makna sakralnya. Continue reading “Dunia & Dinamikanya Dalam Penyelenggaraan Ilahi”

Manusia dan Penyelenggaraan Ilahi

Lukisan: Michaelangelo, The Creation of Adam, 1512

Manusia dilahirkan bukan untuk mengisi rekening banknya

Dia dilahirkan untuk menemukan Tuhan dan mencintai sesamanya

Cardinal Robert Sarah

 

Predestinasi

Kehidupan selalu baik adanya karena penyelenggaraan ilahi. Realitas ini merupakan suatu intuisi bahkan suatu pengalaman yang disodorkan kepada manusia sehingga manusia dipanggil untuk mencari dan memahami alasan yang lebih dalam serta merefleksikannya supaya alasan dan refleksi setidaknya diinkorporasikan dalam praktis kehidupan. Continue reading “Manusia dan Penyelenggaraan Ilahi”

Penyelenggaraan ilahi

 

Lukisan: Pietro da Cortona, Triumph of Divine Providence, 1633

Tuhan sedang berkerja meskipun tampaknya tidak terjadi apa-apa.

Tuhan juga tidak diam dan tidak berpangku tangan

ketika kejahatan merajalela dan penderitaan berlangsung

Fakta adanya penyelenggaraan ilahi sering dilupakan padahal penyelenggaraan ilahi merupakan bukti yang paling konkret tentang Tuhan dalam karya dan tindakan-Nya. Penyelanggaraan ilahi menjadi jauh dalam pergaulatan iman karena orang berkutat dengan rutinitas dan tuntutan hidup yang semakin berat padahal penyelenggaraan ilahi hadir di dalam realitas sehari-hari paling sederhana. Continue reading “Penyelenggaraan ilahi”

Di Hadapan Lazarus:  Apa Yang Kuperbuat ?

 

Lukisan: August Macke, Woman With Parasol In Front Of A Hat Shop

Lukas 16: 19-30

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh Lazarus ke rumah ayahku sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka  dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini

 

Nama Lazarus adalah nama kebanyakan orang yang sering digunakan pada zaman Yesus. Di dalam Injil, Lazarus adalah nama seseorang yang artinya Tuhan adalah penolongku dan ia begitu miskin, menderita dan penuh dengan borok. Continue reading “Di Hadapan Lazarus:  Apa Yang Kuperbuat ?”