Ikutlah Aku

 

Lukisan: John William Godward, Opfergabe an Venus

Ibrani 4:12-16

Markus 2:13–17

Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai,

Rahmat dan keselamatan Tuhan senantiasa berkarya dalam kehidupan dan mencari manusia di setiap zaman. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa Tuhan kita bukanlah Tuhan yang pasif, melainkan Tuhan yang mendekati kehidupan; Tuhan yang mencintai kehidupan; Tuhan yang kita seru sebagai Bapa. Kenyataan yang mengagumkan ini tampak ketika Yesus memanggil Lewi. Continue reading “Ikutlah Aku”

Salam Maria

Lukisan: Flowers- Anonymous Artist

 

Lukas 1:39-56

                                                                                          “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Seorang rahib mendapat tugas untuk mengambil beberapa buku di biara lain. Dalam perjalanan ke biara itu, ia singgah di suatu rumah. Rumah itu tampak sepi. Ketika ia mengetuk pintu, keluarlah sepasang suami istri yang sudah tua menyambut dia. Suami istri begitu baik dan ramah kepada si rahib. Karena rumah itu begitu sepi, dalam perjamuan makan, si rahib bertanya kepada suami istri tersebut tentang anak-anak mereka. Ternyata suami istri tersebut tidak dikarunia anak. Setelah selesai makan, si rahib pergi ke kamar untuk berdoa. Dalam doanya, si rahib bertanya kepada Tuhan mengapa orang sebaik mereka itu tidak mendapat karunia anak. Tuhan menjawab pertanyaan si rahib itu. Katanya: “mereka tidak mempunyai anak karena itulah kehendakku. Lalu si rahib melanjutkan perjalanan menuju ke biara. Continue reading “Salam Maria”

Menyambut tamu

Lukisan: Francesco Vinea, The Courtly Guest in The Wine Cellar

 

Tahun C

Minggu Biasa XVI

Kejadian 18: 1-10a

Kolose 1:24-28

Lukas 10: 38-42

Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku  untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.

 

Mitos Jawa mengatakan bahwa kalau ada kupu-kupu masuk ke rumah berarti akan kedatangan tamu. Tamu dalam berbagai budaya dianggap sebagai seorang yang terhormat dan agung. Continue reading “Menyambut tamu”

Menurutmu, Siapakah Aku ini

 

Kristus Pantokrator, ikon bergaya Byzantine/Ortodoks

Tahun A

Minggu Biasa XXI

Yesaya 22:19-23

Roma 11:33-36

Matius 16:13-20

Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi

Charles Lamb adalah penulis esai yang semakin mengkumandangkan Shakespeare -sang sastrawan yang terkenal sampai hari ini. Continue reading “Menurutmu, Siapakah Aku ini”

Kekayaan Menurut Kebijaksanaan Sirakh

 

Lukisan: Fernando Amorsolo, Mango Pickers, 1936

Sirakh 31:1-11

1. Berjaga-jaga karena kekayaan memperkurus badan, dan kesusahan karenanya mengeyahkan tidur.

2. Kesusahan karena nafkah tidak membiarkan orang mengantuk, dan tidur dihalaukan sakit keras.

3. Orang kaya bersusah payah sementara hartanya bertambah, dan apabila berhenti ia limpah mewah.

4. Sebaliknya, orang miskin bersusah payah oleh sebab nafkahnya berkurang, dan kalau berhenti ia serba kekurangan. Continue reading “Kekayaan Menurut Kebijaksanaan Sirakh”

Faedah Harta Benda Menurut Yesus Bin Sirakh

 

Lukisan: Berthe Morisot, After Luncheon, 1881 

Sirakh 14:3-19

3. Kekayaan tidak serasi dengan orang yang lokek, dan bagi orang kikir apa faedahnya segala harta bendanya?

4. Barangsiapa yang mengumpulkan dengan merugikan dirinya, ia menimbun bagi orang lain, dan orang luar akan hidup mewah dengan harta bendanya.

5. Seseorang yang keras terhadap dirinya sendiri, terhadap siapakah ia baik hati, ia malah tidak sampai menikmati harta Continue reading “Faedah Harta Benda Menurut Yesus Bin Sirakh”

Keramahtamahan Menurut Yesus Bin Sirakh

 

Lukisan: Joaquim Mir Trinxet, Fantasia del Ebro, 1930

 

Sirakh 29: 21-28

  1. Kebutuhan pokok untuk hidup ialah air dan makanan serta pakaian dan perumahan untuk menudungi ketelanjangan.
  2. Hidup seorang miskin di bawah pondok dari papan adalah lebih baik daripada sedap-sedapan yang mewah di rumah orang lain.
  3. Baik jika banyak maupun kalau sedikit, hendaklah sejuk hati, maka takkan kaudengar comelan karena merantau.
  4. Buruklah kehidupan orang yang mesti pergi dari rumah ke rumah, sebab tempat merantau engkau tidak boleh membuka mulut.
  5. Sebab engkau hanya seorang pendatang dan memberi minum tanpa mendapat terima kasih, dan di samping itu mesti mendengar perkataan yang menyakiti hati ini:
  6. Kemari, hai perantau, siapkanlah meja, dan kalau mempunyai apa-apa, berilah aku makan!
  7. Silakan pergi, hai perantau, guna orang terhormat, saudaraku datang bertamu padaku; aku membutuhkan rumahku.
  8. Sungguh beratlah semuanya itu bagi orang yang halus perasaannya, yaitu: dicaci maki karena merantau dan dicemoohkan sebagai orang yang berhutang.

Continue reading “Keramahtamahan Menurut Yesus Bin Sirakh”

Mendidik Anak Menurut Sirakh

 

Lukisan: Henri Matisse, Blue Interior with Two Girls,1947

Sirakh 30: 1-13

  1. Barangsiapa cinta kepada anaknya menyediakan cambuk baginya, supaya akhirnya ia mendapatkan sukacita karenanya.
  2. Barangsiapa mendidik anaknya dengan tertib akan beruntung karenanya, dan di kalangan para kenalan boleh membanggakannya.
  3. Orang yang mengajar anaknya menjadikan musuhnya iri hati dan di depan teman kawan dapat bersukaria karena dia.

Continue reading “Mendidik Anak Menurut Sirakh”

Ucapan Dan Hati

Lukisan: Berthe Morisot, Young Girl on the Grass, 1885

Sirakh 27: 5-8

  1. Kalau ayakan digoyang-goyangkan, maka sampahlah yang tinggal; demikianpun keburukan manusia tinggal di dalam bicaranya.
  2. Perabot tukang periuk diuji di dalam dapur pembakaran; dan ujian manusia terletak di dalam bicaranya.
  3. Nilai ladang ditampakkan oleh buah pohon yang tumbuh di situ; demikian pula bicara orang menyatakan isi hatinya.
  4. Jangan memuji seseorang sebelum ia bicara; sebab itulah batu ujian manusia.

  Continue reading “Ucapan Dan Hati”