Lukisan: Joaquim Mir Trinxet, Fantasia del Ebro, 1930

Sirakh 29: 21-28
- Kebutuhan pokok untuk hidup ialah air dan makanan serta pakaian dan perumahan untuk menudungi ketelanjangan.
- Hidup seorang miskin di bawah pondok dari papan adalah lebih baik daripada sedap-sedapan yang mewah di rumah orang lain.
- Baik jika banyak maupun kalau sedikit, hendaklah sejuk hati, maka takkan kaudengar comelan karena merantau.
- Buruklah kehidupan orang yang mesti pergi dari rumah ke rumah, sebab tempat merantau engkau tidak boleh membuka mulut.
- Sebab engkau hanya seorang pendatang dan memberi minum tanpa mendapat terima kasih, dan di samping itu mesti mendengar perkataan yang menyakiti hati ini:
- Kemari, hai perantau, siapkanlah meja, dan kalau mempunyai apa-apa, berilah aku makan!
- Silakan pergi, hai perantau, guna orang terhormat, saudaraku datang bertamu padaku; aku membutuhkan rumahku.
- Sungguh beratlah semuanya itu bagi orang yang halus perasaannya, yaitu: dicaci maki karena merantau dan dicemoohkan sebagai orang yang berhutang.








