Pakaian Pesta Untuk Pesta Perkawinan Anak Raja

Lukisan: Carl Herpfer, The Wedding Party

Matius 22: 1-14

                                                                                                                                  “Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih”

 

29 Juli 1981, sejuta orang berkumpul di pusat kota London tepatnya sepanjang jalanan istana Buckingham menuju gereja katedral St. Paul. Bendera Inggris yang disebut union jack dan bunga-bunga menyulam dan menghiasi kota London. Atmosfer patriotisme dan nasionalisme menyelubungi hati rakyat Inggris. Kemudian, ketika kereta kencana kemaharajaan yang diiringi pasukan Inggris melintas di jalanan, tepuk tangan meriah dan lagu kebangsaan Inggris God Save The Queen melambung ke angkasa. Continue reading “Pakaian Pesta Untuk Pesta Perkawinan Anak Raja”

Ajarilah Kami Berdoa

Lukisan: Vincent Van Gogh, Field With Rising Sun, 1889

Lukas 11: 1-4

Seorang anak perempuan membuat lukisan kecil pada waktu belajar menggambar. Latar belakang lukisan itu adalah warna hitam lalu ada gambar hati di dalam matahari. Gambar hati dan matahari itu begitu indah. Jika orang melihat lukisan ini maka pelihatnya akan terbawa dan tenggelam dalam kedalaman misteri lukisan itu: orang akan kagum dengan gambar hati di dalam matahari yang begitu bercahaya. Continue reading “Ajarilah Kami Berdoa”

The Mystery of Being Follower of Jesus

Painting: Renoir, Cagnes Landscape With Woman and Child, 1910

Mark 10:28-31

We have left everything to follow you

One of the conditions of following Jesus is to leave everything we have. Becoming the disciples of Jesus seems no price and reward at all; indeed, in the eyes of the world, it is an absurdity and a non-sense. Continue reading “The Mystery of Being Follower of Jesus”

Dunia & Dinamikanya Dalam Penyelenggaraan Ilahi

 

Lukisan: Paul ELie Ranson, Apple Tree With Red Fruit

Hal-hal yang paling manis dan terindah yang ada di dunia tidaklah dapat dilihat ataupun disentuh.  Mereka  harus dirasakan dengan hati.

                                                                                                     Helen Keller

Dunia mempresentasikan ritmenya, ruang dan waktunya. Di balik representasinya, dunia adala suatu misteri yang suci. Sebagai misteri yang suci dunia bukanlah satu entitas yang terbangun dari totalitas fakta, yang dapat diinterpretasikan secara subyektif lepas dari makna sakralnya. Continue reading “Dunia & Dinamikanya Dalam Penyelenggaraan Ilahi”

Manusia dan Penyelenggaraan Ilahi

Lukisan: Michaelangelo, The Creation of Adam, 1512

Manusia dilahirkan bukan untuk mengisi rekening banknya

Dia dilahirkan untuk menemukan Tuhan dan mencintai sesamanya

Cardinal Robert Sarah

 

Predestinasi

Kehidupan selalu baik adanya karena penyelenggaraan ilahi. Realitas ini merupakan suatu intuisi bahkan suatu pengalaman yang disodorkan kepada manusia sehingga manusia dipanggil untuk mencari dan memahami alasan yang lebih dalam serta merefleksikannya supaya alasan dan refleksi setidaknya diinkorporasikan dalam praktis kehidupan. Continue reading “Manusia dan Penyelenggaraan Ilahi”

Penyelenggaraan ilahi

 

Lukisan: Pietro da Cortona, Triumph of Divine Providence, 1633

Tuhan sedang berkerja meskipun tampaknya tidak terjadi apa-apa.

Tuhan juga tidak diam dan tidak berpangku tangan

ketika kejahatan merajalela dan penderitaan berlangsung

Fakta adanya penyelenggaraan ilahi sering dilupakan padahal penyelenggaraan ilahi merupakan bukti yang paling konkret tentang Tuhan dalam karya dan tindakan-Nya. Penyelanggaraan ilahi menjadi jauh dalam pergaulatan iman karena orang berkutat dengan rutinitas dan tuntutan hidup yang semakin berat padahal penyelenggaraan ilahi hadir di dalam realitas sehari-hari paling sederhana. Continue reading “Penyelenggaraan ilahi”

Di Hadapan Lazarus:  Apa Yang Kuperbuat ?

 

Lukisan: August Macke, Woman With Parasol In Front Of A Hat Shop

Lukas 16: 19-30

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh Lazarus ke rumah ayahku sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka  dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini

 

Nama Lazarus adalah nama kebanyakan orang yang sering digunakan pada zaman Yesus. Di dalam Injil, Lazarus adalah nama seseorang yang artinya Tuhan adalah penolongku dan ia begitu miskin, menderita dan penuh dengan borok. Continue reading “Di Hadapan Lazarus:  Apa Yang Kuperbuat ?”

Tinggal di Dalam Yesus

 

Lukisan: August Macke, Hause im Garten

 

Yohanes 15: 1-8

Tinggallah di dalam Aku

 

Ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta itu begitu ilahi. Kita bertanya-tanya mengapa cinta itu ilahi? Ada dua alasan yang menjelaskan, pertama, ternyata hanya dari cintalah orang bisa mengerti dan sampai kepada realitas ilahi; kedua yang ilahi selalu melampaui dan menembus ruang dan waktu. Continue reading “Tinggal di Dalam Yesus”

Causa Material dan Causa Formal

Lukisan: Hans Hermann, Dutch Fishing Village At Dusk With Figures On A Quay

 

Sebuah patung kuda perunggu dibuat dengan indah oleh seorang pemahat. Maka, causa material dari patung tersebut adalah perunggu. Menurut Aristoteles causa material didefinisikan sebagai itu yang  darinya (ex quo) sesuatu hal dibuat[1]. Causa formalnya adalah designnya karena bentuknya yang dibuat seperti kuda. Continue reading “Causa Material dan Causa Formal”