Kegembiraan Adven

Lukisan: Henry Matisse, Two Girls and Blue Windows

Tahun A

Minggu Adven II

Yesaya 11: 1-10

Roma 15: 4-9

Matius 3: 1-12 

“Pada waktu itu suatu tunas akan keluar dari panggul Isai dan taruk yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah”

Negeri-negeri di Timur Tengah dan Afrika memiliki wilayah-wilayah yang berpadang gurun. Arab, Irak, Yordania, Yaman dikelilingi oleh padang gurun Arabia, Israel memiliki padang gurun dengan nama Yudea, gurun Sahara melintasi Mesir dan Libya dan beberapa negeri Afrika lainnya. Padang gurun merupakan tempat kering dan penuh dengan pasir sehingga dapat disebut juga lautan yang kering atau lautan pasir. Kehidupan di sana berlangsung dalam kekerasan. Pasir yang panas akibat terbakar matahari, sedikit air dan debu mewarnai kehidupan di siang hari. Udara yang dingin, pasir yang dingin, bintang-bintang yang gemerlap menyertai kehidupan malam gurun. Badai gurun selalu datang tanpa bisa ditebak. Makhluk hidup yang ada di sana adalah binatang buas. Singa gurun, kalajengking, ular, laba-laba. Bahkan tanaman seperti kaktus memilki duri agar dapat bertahan hidup di gurun. Semua saling mengancam dan membinasakan satu sama lain. Konon padang gurun tempat tinggal roh-roh jahat. Yesus sendiri digodai iblis selama 40 hari di padang gurun.

Situasi kehidupan padang gurun sebenarnya sama persis dengan kehidupan hati-batin manusia yang meninggalkan Tuhan atau hidup di dalam dosa. Kebusukan dan kejahatan menyeruak dan menguasai serta bercokol di hati dan di jantung kehidupan. Gelora murka amarah dan beku hati datang silih berganti dalam diri manusia padang gurun. Kelap-kelip kekerasan terjadi di berbagai tempat. Seruan: hai kamu keturunan ular beludak memang pantas bagi  kita-manusia pelaku kejahatan dan kebusukan.

Di tengah situasi padang gurun, Yohanes pembaptis datang berseru-berseru: bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat, persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Suara Yohanes ini adalah kegembiraan Adven karena suara Yohanes menyatakan bahwa Tuhan mengampuni. Tuhan datang untuk memberikan kerahiman bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Pengampunan dan kerahiman Tuhan menurut Yesaya adalah penghakiman dengan keadilan dan kebenaran. Ia akan mengadili setiap orang berdasarkan keadilan dan kebenaran. Tuhan tidak menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan dan dengan kejujuran akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang tertindas. Ia tidak menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang yang terus terikat pada pinggang. Keadilan dan kebenaran jatuh menimpa pelaku kejahatan-kebusukan dan membuat mereka lari tunggang langgang karena murka keadilan dan kebenaran. Barang siapa menjauh dari kebenaran dan keadilan akan selalu dibayangi keresahan kejahatannya. Sebaliknya barang siapa mendekatkan kepada kebenaran-keadilan dan melakukannya ia masuk ke dalam pengampunan Tuhan. Pengampunan Tuhan ditawarkan kepada setiap orang. Pengampunan Tuhan menunjukkan bahwa masa Adven adalah kegembiraan yang tak akan pernah padam sebagaimana terang lilin adven yang menyala. Kegembiraan juga berarti bahwa Kristus datang untuk menyelamatkan manusia dari maut dan dosa sekaligus memberikan hidup baru: hidup di dalam kebenaran dan keadilan Kristus.

Maka yang diminta dari manusia yang menyambut Kristus yang datang adalah bertobat dan menghasilkan buah-buah pertobatan. Bertobat adalah mempercayai Kristus sang juru selamat; bertobat berarti membiarkan diri dirahmati dan disucikan oleh Tuhan dalam pengampunan-Nya, membiarkan diri untuk menerima hidup yang baru yaitu hidup di dalam kebenaran dan keadilan Kristus. Buah pertobatan dari manusia yang penuh kegembiraan adalah melakukan kebenaran dan keadilan; memberikan apa yang menjadi hak sesamanya, menyelesaikan konflik dengan semangat damai, menghidupi keutamaan Kristiani, hidup di dalam cinta kasih. Adven melahirkan suatu kegembiraan akan Kristus dan kegembiraan akan Kristus terukir dan termanifestasi dalam tindakan keadilan, kebenaran, dan cinta kasih. Sebab dengan melakukan keadilan, kebenaran dan cinta kasih kita menyiapkan jalan untuk Tuhan dan meluruskan jalan bagi-Nya. Senandung Mazmur: kiranya keadilan berkembang di dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan juga menjadi senandung kegembiraan Adven.

Kristus membaptis dengan roh kudus dan api artinya ia adalah Tuhan yang datang untuk menghakimi dengan kebenaran dan keadilan. Maka, di dalam penghakiman-Nya kejahatan yang bercokol di dalam hati akan dilenyapkan seperti debu dan jerami yang dibakar dalam api yang tak terpadamkan. Alat penampi sudah di tangannya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung; tetapi debu jerami akan dibakar-nya dalam api yang tak terpadamkan. Penghakiman Kristus membuka dan memberikan kebenaran dan keadilan: orang takkan berbuat jahat dan tidak merusak di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab hati segenap penduduk negeri ini penuh kasih dan patuh kepada Tuhan, seperti laut penuh dengan air.

Maka berkat penghakiman Kristus, kehidupan padang gurun hati- berubah menjadi padang hijau hati- kehidupan yang penuh kelembutan. Padang gurun bukan lagi pasir melulu melainkan berubah menjadi suatu padang bunga karena seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan. Bunga-bunga kasih mekar, pohon-pohon keadilan yang hijau dan tanaman-tanaman kebaikan menjulang tinggi dan menjulur mengubah padang gurun menjadi padang hijau yang indah menawan. Tidak ada lagi tanah gersah melainkan sumber-sumber air yang penuh kesegaran. Tidak ada kekeringan, tidak ada lagi kekerasan. Di padang bunga dan padang hijau damai dan cinta saling merangkul satu sama lain dan bertahta di setiap hati makhuk kehidupan. Srigala tinggal bersama domba, dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput, dan anak-anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Bayi akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Semuanya terbenam di dalam kemuliaan Kristus. Pada saat itu juga pangkal Isai yaitu Yesus Kristus berdiri sebagai panji-panji bagi para bangsa dan tempat kediaman-Nya menjadi mulia. Kita seperti kata Paulus memuliakan Yesus Kristus di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Nya.

Terang lilin Adven yang kedua menunjukkan gema kemuliaan kedatangan Kristus dan kegembiraan akan penghakiman Kristus dalam kebenaran dan keadilan. Adven pun menjadi madah seruan dan doa: datanglah Tuhan, datanglah.  Tuhan, ketika engkau datang dalam kemuliaan-Mu kiranya kami dapat menyambutmu dan hidup di sisi-Mu selamanya.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply