Resimen Kesehatan

XXX

Resimen Kesehatan

Francis Bacon

Lukisan Vincent van Gogh, Langlois Bridge at Arles with Women Washing

the_langlois_bridge_at_arles_with_women_washing-large

Berkaitan dengan kesehatan ada sebuah kebijaksanaan yang melampaui prinsip-prinsip medis: yaitu observasi yang dilakukan oleh diri sendiri, apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk  oleh diri sendiri adalah cara yang terbaik untuk menjaga kesehatan. Ada suatu kesimpulan yang berkata dengan lebih bijak, karena hal-hal ini tidak baik untuk saya, maka saya tidak akan melanjutkannya daripada kesimpulan yang berkata, karena saya tidak menjumpai adanya bahaya, maka saya akan menggunakannya. Kekuatan alami masa muda yang dipaksa melampaui batas menyebabkan diri berhutang di masa tua. Melihatlah jauh kepada tahun-tahun yang akan datang dan berpikirlah untuk tidak melakukan hal yang sama; karena usia tidak akan dapat ditentang. Waspadalah akan perubahan yang tiba-tiba yang disebabkan oleh makanan, dan jika perlu waspadalah juga terhadap efek-efeknya, sesuaikanlah diri seluruhnya dengan perubahan itu. Sebab adalah suatu rahasia baik di dalam kodrat maupun di dalam kondisi tubuh, bahwa lebih aman untuk mengubah banyak hal daripada satu hal. Ujilah kebiasaan makanmu, tidur, olah raga, pakaian dan yang semacamnya; dan berusahalah menghentikan secara bertahap segala sesuatunya yang membuat kamu sakit, tetapi seandainya kamu melakukannya, kamu akan seolah-olah menjumpai ketidaknyamanan terhadap perubahan tersebut sehingga kamu kembali kepada kebiasaan lamamu yang mengganggu kesehatan: sebab sulitlah untuk membedakan apa yang dinilai baik umumnya dan seluruhnya dari apa yang baik khususnya dan sesuai dengan keadaan tubuhmu. Bebas dari stres dan makan makanan yang sehat, cukup tidur dan olah raga adalah salah satu resep yang terbaik untuk panjang umur. Untuk kegairahan dan pembelajaran bagi pikiran; hindarilah iri hati, ketakutan-ketakutan yang menggelisahkan; kemarahan yang membara yang bercokol di dalam, keinginan-tahuan yang ruwet dan licik; kesenangan dan keriangan yang berlebihan, kesedihan yang tak terungkapkan. Penuhilah hidup ini dengan harapan-harapan; dengan sukacita daripada kesenangan; dengan variasi kesukaan tetapi bukan dengan kekenyangan akan kesukaan-kesukaan; diri dipenuhi rasa kagum dan penuh pujian sehingga hidup diwarnai dengan kesegaran-kesegaran; belajarlah akan hal-hal yang mengisi pikiran dengan objek-objek yang menyenangkan dan yang menjadi sumber inspirasi, seperti sejarah, dongeng-dongeng dan kontemplasi-kontemplasi akan alam. Namun jika kamu menolak semua obat kesehatan, maka akan menjadi terlalu aneh bagi tubuhmu ketika kamu membutuhkannya. Sebaliknya, jika kamu terlalu manja dengan obat-obatan, maka sebagai efeknya kamu tidak akan memiliki ketahanan tubuh ketika penyakit datang. Saya lebih mempercayai kepada beberapa makanan yang sehat untuk musim-musim tertentu daripada penggunan obat secara berkala; kecuali jika obat-obat tertentu memang sudah menjadi kebiasaan. Sebab makanan-makanan tersebut membuat tubuh menjadi lebih kuat dan tidak terlalu menggangu tubuh. Janganlah mengeluh untuk suatu penyakit baru yang menjangkiti tubuhmu, tetapi carilah penyebabnya. Dalam sakit, cintailah terutama kesehatan, dalam keadaan sehat cintailah tindakan. Bagi mereka yang berusaha sungguh-sungguh melatih tubuh demi kesehatan, maka kiranya mereka tidak akan sakit yang serius dan kalau pun sakit dapat disembuhkan hanya dengan makanan dan perawatan. Celsus[1] sebagai seorang dokter tidak akan dapat berbicara hal berikut ini, seandainya dia bukan orang yang bijaksana, ketika dia mengatakan tentang salah satu kiat-kiat untuk hidup sehat dan panjang umur, yaitu sebaiknya seseorang melakukan variasi dan tukar- menukar semua hal yang bertentangan, tetapi disertai dengan suatu kecenderungan kepada suatu ekstrim yang lebih lunak: berpuasa dan makan makanan yang sehat, tetapi lebih cenderung untuk memilih makan makanan yang sehat; bergadang dan tidur, tentu saja lebih menekankan tidur, duduk dan olah raga, tetapi lebih melakukan olah raga dan semacamnya. Dengan demikian, natura tubuh akan terhibur dan mengajarkan diri untuk mengendalikan tubuh. Beberapa dokter senang akan humor dan memberikan humor-humor yang cocok untuk para pasien, seolah-olah mereka tidak merawat pasien dengan benar, sebaliknya beberapa dokter yang lain begitu serius dalam menangani penyakit-penyakit berdasarkan ilmu medis, seolah-olah mereka kurang respek terhadap kondisi pasien. Maka, terhadap dua perangai tersebut jadilah bijaksana, atau seandainya kebijaksanaan tersebut tidak dapat diterapkan kepada pasien, kombinasikan kedua cara tersebut; dan jangan lupa panggilah dokter yang terbaik yang cocok untuk tubuhmu dan juga dokter yang memiliki reputasi yang terbaik untuk bidangnya.

 

 

[1] Aulius Cornelius Celsus adalah seorang dokter Romawi, penulis ensiklopedi dan buku medis dengan judul De Medicina (terjemahan Inggris On Medicine) yang terdiri 8 buku: buku ke-1 membahas tentang sejarah medis, buku ke-2 tentang pathologi umum, buku ke-3 tentang penyakit-penyakit khusus, buku ke-4 tentang bagian-bagian tubuh, buku ke-5 dan ke-6 tentang farmasi, buku ke-7 tentang operasi, buku ke-8 tentang orthopedi. Bisa dikatakan bahwa buku De Medicina merupakan referensi utama masalah-masalah kesehatan yang berkaitan dengan diet, farmasi, operasi dan merupakan salah buku medis terbaik dalam dunia Romawi. Berhubungan dengan ensiklopedi yang ia tulis, ada beberapa bagian yang hilang seperti bab pertanian, hukum, retorika dan seni militer.

 

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply