Cinta Segala Cinta

 

Lukisan: Juan Simon Gutierrez, The Holy Family

Tahun A

Minggu Adven IV

Yesaya 7: 10-14

Roma  1: 1-7

Matius 1: 18-24

                                                                                                            “Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu,  entah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah, entah sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas”

 

                Quando nasce un amor / Ketika suatu cinta datang kepada kehidupan

Ketika sebuah cinta datang kepada kehidupan,

Ia tak pernah terlambat.

Ia datang turun seperti kelip sebuah bintang yang sedang engkau tatap.

Dan di dalam hati ada jutaan bintang.

Ketika seseorang mencinta, suatu cinta datang kepada kehidupan.

Semesta yang terjaga.

Begitu banyak kata hanya dalam satu kata.

Cintaku yang tak terbatas dan murni.

Aku memastikan bahwa kamu memiliki masa depan.

Cinta telah meminta segala jalannya sendiri.

Aku akan menjadikan kamu perpanjanganku.

Aku akan menjadikan kamu saat kebenaran.

Aku akan melakukan lebih.

Aku akan melakukan segala sesuatu apa yang juga kamu ingin perbuat.

Ketika seseorang mencinta, suatu cinta datang kepada kehidupan.

Keempat lilin Adven telah menyala di Minggu Adven keempat sehingga lingkaran Adven telah menjadi sempurna. Kesempurnaan lingkaran Adven mengkumandangkan cinta segala cinta dan melambangkan kehangatan cinta Allah yang menciptakan segala yang ada. Mazmur melukiskannya sebagai berikut: milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagad dan semua yang diam di dalamnya. Sebab dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. Demikian besar cinta Allah kepada kehidupan dan untuk itu ia menjadi manusia: Yesus. Maka, dalam terang cinta Allah, Yesus adalah cinta segala cinta. Artinya dia adalah cinta Allah yang tertinggi karena ia Putera Allah yang akan menyelamatkan manusia dari dosa dan ia adalah cinta manusia yang terindah. Kelahiran Yesus -Putera Allah- menunjukkan bahwa cinta segala cinta datang kepada kehidupan dan itu adalah rencana Allah yang kudus. Untuk itu, Allah memerlukan pribadi-pribadi agar rencana-Nya terlaksana. Dipilihlah Yosep dan Maria untuk merealisasikan cinta-Nya kepada kehidupan. Dalam rencana dan pilihan-Nya, Yosep adalah ayah sah Yesus yang dikandung oleh Maria berkat kuasa Roh kudus.Yosep dan Maria menjadi rumah cinta untuk cinta segala cinta.

Keterpilihan Yosep dan Maria terjadi karena Yosep dan Maria hidup di dalam cinta kepada Allah dan sesama. Itu dikatakan oleh kitab suci sendiri, yang pertama: karena Yosep suaminya seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya diam-diam. Ketulusan hati Yosep menunjukkan bahwa hidupnya diwarnai dengan cinta; ia mencintai sesama: ia tidak mau mencermarkan nama Maria. Yang kedua, sesudah bangun dari tidurnya, Yosep berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Kesediaan dan kesetiaan Yosep untuk menerima rencana Allah mengacu kepada cintanya kepada Allah. Ia dengan segala kesulitan dan pergulatan mewujudkan rencana Allah yaitu memastikan tempat Yesus di dalam keluarga Daud. Demikian juga dengan Maria. Maria mengandung dari Roh Kudus dan menjadi ibu Yesus. Sebuah penyerahan diri yang tulus kepada rencana Allah. Seluruh hidup mereka menggambarkan bahwa mereka menerima rencana Allah dan melakukan karya cinta Allah dalam terang cinta. Maka, kata malaikat: Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu. Maria akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamai dia Yesus karena Dialah yang akan menyelamatkan umatnya dari dosa mereka. Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi: sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Immanuel, yang berarti: Allah menyertai kita.

Malaikat yang datang dalam mimpi Yosep adalah terang bintang cinta yang datang turun kepada kehidupan ibarat cahaya bintang semesta yang jatuh menerangi langit. Bintang cinta berkelip-kelip memancarkan terang di langit kehidupan bahkan terbit di langit hati. Sekarang, di dalam hati Yoseph dan Maria ada jutaan bintang cinta yang berkelip-kelip sehingga mengusir langit gelap ketakutan. Terang bintang cinta di hati Yosep dan Maria membawa mereka berjalan bersama Allah untuk mewujudkan rencana-Nya. Dalam terang cinta, seruan dan harapan kitab nabi Yesaya “Hai langit, turunkanlah embun, hai awan curahkan yang adil, hai bumi bukalah dirimu dan tumbuhkanlah sang penyelamat dilaksanakan dan diwujudkan oleh Yosep dan Maria. Kelahiran Penyelamat melalui Yosep dan Maria mengungkap suatu kenyataan bahwa cinta segala cinta meminta jalannya sendiri. Jalannya tidak sama dengan pikiran manusia atau jalan duniawi. Jalannya bukanlah jalan biasa tetapi adalah jalan iman, harapan, dan cinta: jalan Kristus.

Jalan Kristus mewahyukan hal baru kepada kehidupan bahwa Allah beserta kita -Immanuel. Bersama Allah kita menemukan arti semua kejadian; bersama Allah kita berjalan dalam kepastian di tengah-tengah pergulatan kehidupan; bersama Allah kita memiliki jaminan keselamatan karena masa lalu, masa sekarang dan masa depan diterangi oleh cinta segala cinta sehingga kehidupan kita menjadi nyanyian cinta dan saat kebenaran. Dan yang paling indah dari Immanuel adalah bahwa cinta segala cinta segera lahir di setiap hati kita yang merindukan dan menantikan. Pada saat itu, tidak ada lagi penolakan, kedinginan, kegelapan atau kekerasan yang dapat memisahkan kita dari cinta Kristus yang lahir di hati. Dengan demikian tanda sudah diberikan dan tanda itu datang dari tempat tertinggi, dari atas yaitu cinta segala cinta.

Yosep dan Maria adalah rahmat Allah demi kedatangan cinta segala cinta. Untuk itu, marilah kita mohon doa dan bersatu dengan Yosep dan Maria untuk menyambut kedatangan Immanuel. Undanglah Yosep dan Maria di hati agar kita menyambut kelahiran Yesus dengan sukacita Nazaret sehingga nyanyian cinta menjadi senandung hati dan bintang-bintang cinta berkelip-kelip di langit hati kita. Biarkanlah kehangatan keempat lilin Adven yang menyala menjadi terang hati sehingga hati menjadi tempat yang hangat untuk kelahiran cinta segala cinta. Ingatlah pula ketika kita saling mencinta, cinta datang kepada kehidupan: Allah beserta kita sebagaimana terang lilin Adven menyertai lingkaran Adven dalam keagungan cinta.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply