Masa Adven: Hendaklah Kebaikanmu Diketahui Semua Orang

Lukisan: Maurice de Vlaminck, Sunset At The Forest Of Senonches

 

 

 

 

Tahun C

Minggu III

Zef 3:14-18a

Filipi 4: 4-7

Lukas 3: 10-18

Apakah yang harus kami lakukan?

Masa Adven selalu ditandai dengan lingkaran Adven yang berasal dari tradisi penghormatan bangsa Jerman dan Skandinavia. Orang-orang Jerman dan Skandinavia berkumpul untuk merayakan kembalinya matahari sesudah musim dingin yang panjang. Maka untuk menantikan kedatangan kembali matahari, mereka membuat lingkaran dari hijau daun lalu ditancapkanlah keempat lilin di atas lingkaran ranting tersebut. Lingkaran ranting melambangkan lingkaran waktu dan kehidupan yang menopang selama musim dingin. Sembari menunggu hari-hari yang dingin segera berlalu dan menyongsong hari yang penuh dengan matahari, bangsa Jerman dan Skandinavia menyalakan lilin untuk bersyukur kepada dewa matahari atas cahaya yang diberikan. Dan jika keempat lilin tersebut sudah bernyala, maka musim dingin telah berakhir dan matahari kembali bersinar. Lalu oleh gereja, tradisi orang-orang Jerman dan Skandinavia diperbaharui dalam iman akan Kristus. Sekarang di dalam iman, lingkaran itu memiliki arti baru yaitu lingkaran Adven: Lingkaran Adven bagi iman Kristiani adalah simbol yang menghadirkan kedatangan Yesus sebagai terang dunia. Penyalaan lilin berwarna ungu (ungu lambang pertobatan) secara bertahap pada setiap keempat Minggu Adven menyimbolkan tidak hanya harapan dan penantian kita akan kedatangan Kristus yang pertama ke dunia, tetapi juga kedatangan-Nya yang kedua sebagai Hakim pada hari terakhir.

Kedatangan Kristus semakin dekat, kita sekarang berada di Minggu Adven ketiga. Minggu Adven ketiga adalah waktu bersuka cita dan bergembira. Dalam suka cita Adven menanti kedatangan Emmanuel, Yohanes Pembaptis mengajak setiap orang untuk bertobat dengan melakukan kebaikan supaya pantas menyambut Emmauel. Kebaikan adalah wujud nyata pertobatan. Seruan orang banyak: apa yang harus kami lakukan kiranya menjadi seruan kita pula dan jawabannya adalah lakukanlah kebaikan. Ada tiga wujud kebaikan yang menjadi kegembiraan Adven. Yang pertama: adalah berbagi. Kata Yohanes Pembaptis: Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan hendaklah ia berbuat demikian juga. Berbagi adalah kebaikan yang membuat diri bersuka cita karena dengan berbagi dengan sesama, ia memenuhi hidupnya dengan kebaikan dan cinta karena ia telah merasakan kemurahan hati Allah. Yang kedua, jangan menagih lebih banyak daripada yang telah ditentukan bagimu. Artinya bahwa kebaikan hidup ini bukanlah menuruti keinginan daging, sebaliknya kebaikan hidup ini adalah hidup di dalam roh dan keutamaan. Tentu hidup di dalam roh dan keutamaan mengusir ketakutan dan kegelisahan karena hidup di dalam roh dan keutamaan menyatukan diri dengan Tuhan sendiri secara sempurna. Yang ketiga: jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu. Kebaikan adalah menolak kejahatan dan hidup dalam Tuhan. Menolak kejahatan dan hidup di dalam Tuhan mengukir kebenaran karena hidup di dalam Tuhan adalah hidup yang diminta oleh-Nya sekaligus jalan yang menunjukkan bahwa Tuhan Allah ada di antara manusia. Berbuat kebaikan berarti menghadirkan terang di tengah-tengah zaman yang semakin dingin. Maka, kiranya kata-kata St. Paulus menjadi gema hati dan panggilan kepada setiap hati di dalam masa Adven: hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang.

Mengapa suara berbuatlah kebaikan bergema dan memanggil setiap hati di masa Adven ini? Kebaikan memperbaharui kehidupan yang usang karena dengan kebaikan yang dilakukan, dia diperbaharui di dalam kasih Allah sendiri. Orang yang bertobat dengan kesungguhan hati akan merasakan bahwa betapa baiknya Allah dan betapa Allah mencintainya. Akibatnya, ia telah meninggalkan dosa, hidup di dalam roh dan firman Tuhan dan dalam kebaikan Allah. Semuanya itu membuat dirinya terdorong untuk melakukan kebaikan-kebaikan di dalam hidupnya. Kebaikan-kebaikan yang telah dia perbuat menunjukkan bahwa hatinya sekarang penuh cinta, hidupnya di dalam terang Allah sendiri. Sekarang hidupnya adalah gandum yang dikumpulkan di dalam lumbung Tuhan. Di dalam lumbung Tuhan, ia pun merasakan kegembiraan dan damai sejahtera Adven. Damai sejahtera Adven memelihara hati dan pikiran di dalam Kristus Yesus. Di saat itu pula dia telah siap menyambut kedatangan Emmanuel dalam sukacita sehingga Adven pun menjadi suatu madah syukur akan kedatangan Emmanuel.

Hidup di dalam kebaikan menjadikan kita ibarat puteri-puteri Zion yang cantik jelita itu yang bersorak sorai. Puteri-puteri Zion menyalakan lilin-lilin Adven dengan kegembiraan dan sukacita karena ketika berhadapan dengan lingkaran Adven dengan lilin-lilinya, mereka melihat kebaikan yang telah mereka lakukan dan sang kebaikan yaitu Emmanuel. Kebaikan puteri-puteri Zion ibarat daun hijau yang menghiasi kayu ranting lingkaran Adven karena kebaikan yang telah mereka lakukan sebagai wujud pertobatan melekat dan tersatukan di dalam daun hijau lingkaran Adven. Maka, puteri-puteri Zion pun menjadi lilin-lilin hidup Adven yang menerangi lingkaran Adven. Dunia yang dingin dan gelap sekarang berkat lilin-lilin puteri Zion menjadi terang dan hangat karena lilin-lilin puteri Zion yang menyala di atas lingkaran Adven mengabarkan dan menyerukan bahwa Emmanuel segera akan datang. Lalu kata Tuhan Allah: Hai puteri-puteri Sion bernyanyilah, bergembiralah selalu di dalam Aku. Bersukacitalah. Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Aku sudah dekat. Matahari keselamatan segera terbit. Untuk itu, puteri- puteri Zion bernyanyi mengidungkan kedatangan Emmanuel dan matahari keselamatan dengan sorak-sorai seperti pada hari pertemuan raya.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply