Adven:  Suatu Pujian Kebahagiaan

 

lukisan Maurice Vlaminck, Bougival

Tahun A

Minggu Adven III

Yesaya 35:1-6a.10

Surat Yakobus 5: 7-10

Matius 11: 2-11

                                                                                                Bersabarlah sampai kedatangan Tuhan, seperti petani yang  menantikan hasil tanahnya yang berharga: Ia sabar sampai turun   hujan musim gugur dan hujan musim semi, demikian kamu pun harus  bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat

 

Santa Claus segera datang ke kota

Santa Claus segera datang ke kota

Sebaiknya kamu bersiap-siap

Sebaiknya kamu tidak menangis

Sebaiknya kamu tidak mencebik

Karena aku berkata kepadamu

Santa Claus segera datang ke kota

 

Dia sedang membuat sebuah daftar

Memeriksanya dua kali

Untuk mencari siapa yang baik dan nakal

 

Santa Claus segera datang ke kota

Dia melihatmu ketika kamu sedang tidur

Dia tahu ketika kamu terbangun

Dia tahu apakah kamu telah menjadi anak yang nakal atau anak yang manis

Jadi selalulah menjadi anak yang baik untuk kebaikan

 

 

Adven Minggu ketiga adalah suatu pujian kebahagiaan. Mengapa Adven Minggu ketiga dikatakan sebagai pujian kebahagiaan? Sebab kita diajak untuk mendengar dan melihat pekerjaan Kristus yang menyelamatkan: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada si miskin diberitakan kabar baik. Pekerjaan Kristus adalah pekerjan cinta Allah kepada manusia dan dikabarkan pada hari Minggu Adven yang ketiga. Kita pun memuji pekerjaan cinta Allah. Namun, pujian Adven dikidungkan dan dinyanyikan oleh orang-orang yang sungguh mencintai Tuhan dan sesama dalam iman kepada Yesus Kristus. Tentu saja pujian Adven bersenandung makin merdu karena kedatangan Kristus semakin dekat.

Kristus datang untuk melakukan pekerjaan-Nya yaitu membawa kebaikan yang menghasilkan karya keselamatan. Fakta ini telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya: Ia sendiri akan datang menyelamatkan kamu. Keselamatan Kristus mengukir janji Allah kepada manusia. Janji Allah kepada manusia menunjukkan bahwa Allah tetap setia untuk selama-lamanya. Kedatangan Kristus merupakan perwujudan dari janji Allah. Tiada lain selain kebahagiaan yang merekah di dalam hati dan hidup manusia yang mempercayai janji Allah tersebut.

Janji Allah yaitu keselamatan di dalam diri Yesus Kristus diwartakan dan disiapkan oleh Yohanes Pembaptis. Ada tertulis: Lihatlah, AKu menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau. Hebatnya, kabar keselamatan datang dari padang gurun, tempat yang paling kering dan yang penuh kekerasan dan kejahatan. Padang gurun juga bisa dimaknai sebagai hati dan hidup manusia yang kering kerontang, keras. Tetapi justru di padang gurun hati-kehidupan keselamatan diwartakan. Artinya Tuhan menaruh belas kasih atas setiap pendosa. Kerahiman dan pengampunan-Nya bagai air yang membasahi dan mengalir ke padang gurun sehingga di sana padang bunga tumbuh indah dan padang pasir berubah menjadi hamparan hijau yang subur. Kerahiman dan pengampunan berarti tanda-tanda sudah mendekatnya kerajaan Allah dan kedatangan Kristus. Adven minggu ketiga mengkumandangkan ungkapan syukur atas kedatangan Kristus yang semakin dekat.

Maka, suara sukacita Adven terdengar dari padang gurun; sorak-sorai padang gurun bergema. Lihat padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorai dan berbunga. Padang gurun dan padang kering telah menjadi padang bunga. Seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak. Di padang gurun suara sukacita berseru-berseru dan kabar baik dikumandangkan karena kemuliaan Tuhan dan semarak Allah Penyelamat datang kepada kehidupan. Jadi, untuk apa pergi ke padang gurun? Melihat dan mendengarkan pujian dan sukacita Adven: keselamatan Allah dalam Kristus yang diwartakan oleh Yohanes Pembaptis. Padang gurun sebagaimana dikatakan juga padang gurun hati dan kehidupan.  Maka sekali lagi, untuk apa pergi ke padang gurun? Melihat pekerjaan Kristus yang menyelamatkan kehidupan dan hati manusia yang kering kerontang. Orang buta dicelikkan dan telinga orang tuli akan dibuka, orang lumpuh akan melompat seperti rusa dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai. Kedatangan Tuhan membawa keselamatan kepada semua. Kegirangan dan sukacita akan memenuhi kehidupan, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.

Yohanes Pembaptis adalah manusia utusan Adven yang sempurna. Camkanlah di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis memenuhi hidupnya dengan keutamaan-keutamaan dan selalu hidup di dalam terang Tuhan. Ia mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan kehendak Allah: menjadi utusan-Nya. Ia adalah teladan bagi kita para pengikut Kristus. Kata Paulus “turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan”.

Berkat iman dan baptisan kita pun menjadi utusan-utusan Adven, utusan dari padang pasir untuk memberitakan dan mengabarkan kedatangan Tuhan. Utusan-utusan Adven berseru-seru bukan dengan suara tetapi dengan tindakan cinta, kebenaran dan kebaikan. Tindakan kita yang penuh cinta, kebenaran dan kebaikan akan menguatkan tangan yang lemah lesu, meneguhkan lutut yang goyah. Bunga-bunga cinta dan harapan, mawar-mawar kebaikan diberikan, dibagikan dan ditumbuhkan oleh utusan-utusan Kristus kepada orang-orang di padang gurun. Masa Adven mengubah padang gurun kehidupan menjadi padang bunga mawar yang indah dan penuh kesegaran. Tindakan-tindakan utusan Adven yang penuh cinta menjadi seruan di dalam keheningan: “Katakanlah kepada orang yang tawar hati, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, janganlah kamu takut! Lihatlah Allahmu akan datang dengan membawa pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu.

Seruan Adven ini tidak akan berhenti bahkan menjadi pujian merdu dalam hati dan kehidupan. Pujian Adven adalah kebahagiaan orang yang dengan percaya sekaligus ganjaran yang menanti kedatangan Tuhan dengan setia dan sabar. Kata Kristus: Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku. Akhirnya, kata-kata Kristus  berbahagialah menjadi ringkasan pujian Adven yang membawa sukacita dan menghangatkan utusan-utusan Kristus dalam cinta Kristus sendiri sebagaimana terang lilin ketiga yang memberi kehangatan kepada lingkaran Adven.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply