Nasihat

XX

Nasihat

Francis Bacon

Lukisan Adolf Menzel, Frederick the Great at his palace of Sansouci sitting alongside Voltaire, 1750

adolph-von-menzel-tafelrunde

Kepercayaan terindah yang ada di antara manusia adalah kepercayaan untuk memberikan nasihat. Sebab dalam kepercayaan-kepercayaan yang lain manusia berkomitmen hanya kepada bagian-bagian kehidupan; akan tanah, akan barang-barang mereka, akan anak-anak mereka, akan kredit mereka, akan persoalan-persoalan tertentu; namun untuk semua hal tersebut ketika manusia memilih para penasihat, berarti manusia mengikrarkan dirinya kepada totalitas: betapa manusia lebih tertolong oleh kepercayaan dan integritas. Para raja yang paling bijaksana sekalipun janganlah berpikir bahwa mengandalkan nasihat merupakan suatu pengerdilan bagi kebesaran mereka atau suatu penistaan terhadap kemampuan mereka. Allah sendiri tidaklah tanpa penasihat, malahan Dia menjadikan penasihat sebagai salah satu nama teragung dari Putranya yang terkasih: Penasihat Ajaib [1]. Salomo[2] telah memproklamasikan bahwa rancangan terlaksana kalau penasihat banyak[3]. Segala hal akan mengalami gejolak untuk pertama kalinya atau kedua kalinya: seandainya masalah-masalah tidak diombang-ambingkan di atas argumen-argumen para penasihat, maka masalah-masalah akan diombang-ambingkan oleh gelombang-gelombang nasib; sehingga penuh dengan inkonsistensi, bertindak dan tidak bertindak, seperti orang mabuk yang terhuyung-huyung. Anak raja Salomo[4] telah menemukan kuasa nasihat, dan ayah raja Salomo[5] melihat pentingnya akan nasihat. Sebab kerajaan Allah yang tercinta pertama-tama tercabik-cabik dan diruntuhkan dengan nasihat yang jahat, padahal di atas kerajaan Allah, nasihat ditetapkan sedemikan rupa agar menjadi instruksi-instruksi bagi kita; ada dua tanda yang dapat dicermati dengan baik berkaitan dengan nasihat yang jahat; yaitu nasihat yang tidak bijaksana berkaitan dengan pribadi-pribadi; dan nasihat yang keras berkaitan dengan hal-hal.

Zaman kuno melalui gambaran telah menjelaskan inkorporasi dan konjungsi yang tak terpisahkan antara perihal nasihat dengan raja, maupun manfaat bijak dan politis dari nasihat yang dilontarkan oleh para raja: yang satu mengatakan bahwa Jupiter[6] sungguh telah menikahi Metis[7] yang adalah gambaran dari nasihat; dengan perkataan itu para penyair bermaksud bahwa Kedaulatan dikawinkan dengan Nasihat: yang lain yang merupakan kelanjutan dari cerita tersebut adalah sebagai berikut ini: Mereka mengatakan bahwa sesudah Jupiter menikahi Metis, Metis pun mengandung olehnya dan akan segera melahirkan, namun Jupiter menyengsarakan Metis dengan tidak boleh tinggal sampai dia melahirkan, malahan Jupiter memakan Metis sampai habis; sehingga dengan memakan Metis sampai habis Jupiter telah menjadi dirinya sendiri bersama dengan si anak, kemudian si anak yaitu Pallas[8] dilahirkan dari kepala Jupiter lengkap dengan senjata. Dongeng yang seram ini menceritakan tentang rahasia kerajaan; bagaimana para raja memanfaatkan faedah nasihat kenegaraan. Bahwa yang pertama para raja harus merujukan segala persoalan kepada nasihat kenegaraan yang berarti ibarat mereka pertama-tama yang menyebabkan atau membuahi; lalu menguraikan, mengolah dan membentuk persoalan-persoalan itu di dalam rahim nasihat, sehingga tumbuh matang dan siap dilahirkan, tetapi kemudian para raja menyengsarakan nasihat yang bukan berasal dari mereka dengan cara bahwa nasihat harus melewati resolusi dan petunjuk-petunjuk; seolah-olah nasihat tergantung total kepada mereka; menaruh kembali nasihat dalam tangan mereka sendiri, dan mengumumkannya kepada dunia bahwa nasihat yang telah menjadi titah dan tujuan akhir berasal dari para raja sendiri (karena para raja yang datang dengan kebijakan dan kekuasaan identik dengan Pallas yang bersenjata); dan tidak hanya bersumber dari otoritas mereka, tetapi juga dari pemikiran dan pertimbangan mereka (selebihnya hanya untuk menambahkan reputasi mereka).

Sekarang marilah kita berbicara tentang segala ketidaknyamanan nasihat dan segala solusinya. Ketidaknyamanan yang telah dicermati dalam memanggil dan mempergunakan nasihat ada tiga. Pertama, adalah penyingkapan persoalan-persoalan sehingga tidak lagi menjadi rahasia. Yang kedua, melemahkan otoritas para penguasa, seolah-olah mereka sendiri menjadi kurang berharga. Yang ketiga, adalah bahaya akan para penasihat yang tidak dapat dipercaya dan para penasihat yang hanya semakin bekerja untuk kepentingan mereka daripada kebaikan si dia yang membutuhkan nasihat. Untuk  semua ketidaknyamanan ini, doktrin Italia dan praktis Perancis, dalam masa pemerintahan beberapa raja mereka, telah memperkenalkan nasihat-nasihat kenegaraan yang sifatnya rahasia; suatu obat yang lebih buruk daripada penyakitnya.

Berkaitan dengan kerahasiaan, para raja tidak terikat untuk membicarakan segala masalah kepada semua penasihat; tetapi kiranya memilah persoalan dan memilih penasihat. Juga bukan suatu keharusan pula bahwa para raja berkonsultasi akan apa yang seharusnya mereka lakukan, harus mendeklarasikan apa yang akan mereka perbuat. Tetapi kiranya para raja haruslah waspada bahwa kebocoran akan persoalan-persoalan mereka bukan dari diri mereka sendiri. Maka, berkaitan dengan nasihat-nasihat kenegaraan yang rahasia, semoga perkataan ini menjadi motto mereka, plenus rimarum sum (aku ini penuh dengan kebocoran): seorang penerocoh yang membuat kemuliaannya dengan menceritakan kerahasiaan negara, akan lebih menyakitkan daripada banyak orang yang mengetahuinya yang menjadi tugas mereka untuk merahasiakannya. Benarlah bahwa kiranya beberapa persoalan yang membutuhkan kerahasiaan yang tingkat tinggi, hampir tidak mungkin keluar kepada satu atau dua orang selain oleh raja sendiri: juga tak mungkin pula terceritakan kepada para penasihat yang tidak dapat dipercaya; karena di samping soal kerahasiaannya, para penasihat yang demikian pada umumnya selalu berjalan dengan kukuh lewat satu jalan saja tanpa mempertimbangkan lika-likunya. Maka, pastilah seorang raja yang bijaksana yang mampu menggiling persoalan-persoalan dengan tangan penggilingannya; dan para penasihat yang terpercaya juga harus bisa menjadi orang-orang yang bijak, yang benar dan dapat dipercaya untuk kepentingan raja; seperti yang dilakukan oleh raja Henry VII[9] dari Inggris yang dalam berurusan dengan hal-hal yang amat penting tidak membahasnya kepada siapa pun kecuali Morton[10] dan Fox[11].

Berkaitan dengan soal pelemahan kekuasaan, dongeng telah menunjukkan solusinya. Ah tidak, kemahakuasaan para raja semakin diagungkan daripada dikerdilkan ketika para raja duduk dalam takhta nasihat; juga tak pernah terjadi bahwa para raja kehilangan kedaulatannya gara-gara para penasihatnya yang sungguh merupakan bantuan yang amat dibutuhkan dan menolong; kecuali di mana ada suatu kebesaran yang terlalu hebat dalam diri para penasihatnya atau adanya suatu kombinasi yang terlalu ketat dalam berbagai macam hal.

Untuk ketidaknyamanan yang terakhir, bahwa manusia-manusia akan berkonsultasi kepada dirinya sendiri dengan mata mereka sendiri; karena pastilah bahwa, non invenient fidem super terram[12] (dia tidak akan menemukan iman di atas bumi) di mana perkataan ini diartikan untuk sifat-dasar zaman dan bukan merujuk kepada orang-orang yang istimewa. Artinya, bahwa kiranya ada orang-orang yang dari sifat-dasarnya setia, rendah hati, jelas dan lurus; tidak licik dan berbelit-belit; kiranya para raja memilih pribadi-pribadi yang demikian. Selain itu, para penasihat umumnya tidak akur, malahan seorang penasihat mengawasi penasihat yang lain; sehingga jika ada nasihat yang dilontarkan yang bersumber dari konflik atau kepentingan-kepentingan pribadi, maka umumnya akan sampai ke telinga raja. Tetapi solusi yang terbaik adalah, sekiranya para raja mengenal dengan baik para penasihat mereka, demikian juga para penasihat mengetahui dengan baik para raja mereka.

                                                Principis est virtus maxima nosse suos

(adalah suatu kebaikan tertinggi seorang pangeran yang mengetahui orang-orangnya sendiri).

Dan di sisi lain, semoga para penasihat tidak berhasrat untuk terlalu ingin tahu akan kedaulatan para raja mereka. Karakter yang benar seorang penasihat adalah bahwa dia harus cakap dalam urusan tuannya, daripada dalam urusan pribadinya; karena kemudian dia harus memberikan nasihat kepada raja dan bukannya memberikan leluconnya. Adalah sebuah manfaat tunggal bagi para raja jika mendengarkan nasihat-nasihat dari para penasihatnya baik secara terpisah maupun bersama-sama. Untuk opini-opini yang sifatnya privat lebih bebas, tetapi opini-opini di hadapan khalayak lebih terhormat. Dalam privasi, manusia lebih berani untuk bercanda; dan di dalam kebersamaan, manusia lebih tunduk kepada humor-humor orang lain; oleh karena itu adalah baik melaksanakan keduanya; untuk hal-hal kurang penting dilakukan dalam privasi demi menjaga kebebasan; untuk hal-hal penting dilakukan dalam majelis demi menjaga kehormatan. Adalah suatu kejanggalan bagi para raja yang membutuhkan nasihat untuk persoalan-persoalan; seandainya mereka tidak membutuhkan nasihat untuk masalah-masalah yang berkaitan dengan perihal manusia; sebab semua persoalan adalah gambaran-gambaran mati; dan kehidupan penyelesaian masalah-masalah berada di dalam pemilihan orang-orang yang tepat. Juga tidaklah cukup pula untuk berkonsultasi persoalan-persoalan berkaitan dengan perihal manusia menurut secundum genera (menurut kelasnya), seperti dalam ide, atau deskripsi matematis, bagaimana orang itu dan bagaimana karakternya; karena dengan berbuat demikian, maka kekeliruan-kekeliruan terbesar telah dilakukan dan penghakiman yang sedemikian rupa telah ditunjukkan, dalam pemilihan akan individu-individu. Dikatakan dengan amat benar bahwa, optima consiliaris mortui (para penasihat yang terbaik adalah yang mati): buku-buku akan berbicara dengan gamblang ketika para penasihat hanya membual. Oleh karena itu, adalah baik untuk berdialog dengan buku-buku, khususnya buku-buku yang telah menjadikan dirinya aktor-aktor di atas panggung.

Nasihat-nasihat zaman sekarang ini di kebanyakan tempat berlangsung di dalam pertemuan-pertemuan yang akrab, di mana persoalan-persoalan hanya diperbincangkan daripada didiskusikan. Dan nasihat-nasihat itu terlalu terburu-buru dalam berubah menjadi perintah atau realisasi. Sekiranya lebih baik  bahwa dengan menimbang berat persoalan, persoalan dikemukakan selama satu hari, dan tidak dibicarakan sampai hari berikutnya, karena in nocte consilium (malam hari itu paling jago dalam memberikan nasihat). Cara ini telah dilakukan dalam Komisi Persatuan Inggris dan Skotlandia; yang merupakan suatu majelis yang penting dan rutin. Saya memuji hari-hari yang dikhususkan hanya untuk petisi-petisi; karena hal ini memberikan suatu kepastian yang lebih pasti tentang hal yang akan dibahas kepada kehadiran para penggugat[13] dan hal ini pula membebaskan pertemuan-pertemuan dari masalah-masalah yang berkaitan kenegaraan, yang kiranya para penggugat akan melakukan hal tersebut. Dalam pilihan para komite untuk mematangkan nasihat, adalah lebih baik memilih orang-orang netral, daripada membuat suatu kebuntuan dengan menempatkan orang-orang yang kuat pengaruhnya yang berasal dari kedua belah pihak. Saya juga memuji komisi-komisi tetap, seperti komisi perdagangan, komisi ekonomi, komisi perang, komisi untuk gugatan-gugatan, komisi untuk provinsi-provinsi; karena meskipun ada para penasihat yang khusus untuk bidang-bidang tersebut, tetapi ada hanya ada satu penasihat negara (seperti yang ada di Spanyol), konsekuensinya, para penasihat tersebut, tidak lebih tinggi daripada komisi-komisi yang tetap: mengamankan para penasihat agar tidak mempunyai kekuasaan yang lebih besar. Kebutuhan nasihat kiranya diambil dari orang-orang yang memiliki profesi-profesi khusus (pengacara, ahli laut, ahli tambang) didengarkan pertama-tama di hadapan komite-komite; dan kemudian dalam peristiwa yang memang membutuhkan nasihat mereka, sebelum nasihat diputuskan. Dan jangan sampai orang-orang yang dipanggil tersebut terlalu banyak sehingga mereka hadir dalam gerombolan atau hanya sebagai demagog-demagog, sebab hal itu akan menjadi nasihat-nasihat yang penuh dengan keramaian, sehingga tidak memberikan masukan apa-apa bagi komite-komite. Sebuah meja yang panjang dan sebuah meja persegi, atau kursi-kursi di sepanjang dinding-dinding, tampaknya merupakan hal-hal sepele, tetapi sebenarnya adalah hal-hal yang substansial, karena di meja panjang tersebut, beberapa orang duduk di barisan bawah sampai barisan atas, efeknya, mengontrol suasana; tetapi efek yang lain adalah adanya faedah yang lebih yaitu untuk mendengarkan pendapat-pendapat para penasihat yang duduk lebih rendah. Seorang raja, ketika dia memimpin dalam dewan nasihat, semoga dia sadar akan bagaimana ketika dia mengutarakan kecenderungannya yang terlalu berat sebelah; sebab jika raja tidak bijaksana dalam mengutarakan kecenderungannya, para penasihat akan sungguh mendapatkan angin dari raja, dan daripada memberikan nasihat yang bebas, mereka malah akan menyanyikan suatu nyanyian rayuan yang menyenangkan raja (placebo).

[1] Lihat Yesaya 9:5

[2] Tentang Raja Salomo lihat essai IV; no. 1

[3] Amsal 15:22

[4] Anak raja Salomo bernama Rehabeam. Selama pemerintahan Rehabeam, Kerajaan Israel terpecah menjadi dua: Kerajaan Yehuda dengan Raja Rehabeam sendiri dan Kerajaan Israel dengan Raja Yerobeam.

[5] Ayah raja Salomo adalah Raja Daud. Daud adalah raja Israel yang kedua yang mempersatukan seluruh bangsa dan membuat kota Yerusalem menjadi ibukotanya.

[6] Tentang Jupiter lihat essai XV; no. 18

[7] Dalam mitologi Yunani, Metis adalah istri Zeus dan ibu dari dewi Athena. Mazhab Stoa menyimbolkan dewi Metis sebagai pengejewantahan dari kebijaksanaan atau nasihat-nasihat yang bijaksana.

[8] Berikut legenda lengkap kelahiran Pallas (dewi Athena): ada sebuah ramalan kalau anak Zeus dari Metis akan menjadi lebih hebat dan lebih bijaksana dari Zeus. Maka Zeus berusaha mencegah supaya anak itu tidak lahir. Untuk itu, ia berubah menjadi serangga lalu menelan Metis. Dari dalam tubuh Zeus, Metis membuatkan topi baja dan baju perang untuk anaknya. Akibatnya topi dan baju perang Athena yang dibuatkan ibunya itu membuat Zeus sakit kepala luar biasa. Maka Hephaestus memukul kepala Zeus di sungai Triton dan membuat Athena lahir. Athena keluar dari kepala Zeus sebagai wanita dengan berbaju perang dan bersenjata lengkap.

[9] Tentang Henry VII lihat essai XIX; no. 40

[10] John Morton adalah uskup agung Canterbury, kardinal Inggris dan negarawan. Ketika Raja Henry VII naik takhta, Morton penjadi penasihat utama Henry VII. Konsekuensinya, Morton banyak menangani urusan-urusan diplomatik, masalah-masalah kerajaan bahkan keuangan Inggris dengan metodenya dan caranya yang dikenal istilah “garpu Morton”. Pemikiran dan metode Morton dianut dengan baik oleh Richard Foxe, penerusnya.

[11] Richard Foxe (atau Richard Fox) adalah uskup Inggris dan pendiri Corpus Christi College, Oxford. Ia adalah pembantu dan seketaris John Morton. Setelah Morton mangkat, Henry VII memilih Fox sebagai orang kepercayaannya sehingga ia menggantikan dan mengambil alih tugas-tugas Morton. Fox pula yang membaptis anak Henry VII yaitu Henry VIII (tentang Henry VIII, lihat essai XIX; no. 11) sehingga Fox tetap menjadi penasihat nomer satu Inggris setelah Henry VIII naik takhta Inggris.

[12] Bandingkan dengan Lukas 18:8: “Akan tetapi jika Anak Manusia itu datang, adakah ia mendapati iman di atas bumi?”

[13] Penggugat akan dibahas oleh Bacon dalam essai XLIX.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply