Melancong

XVIII

Melancong

Francis Bacon

Lukisan Vincent Van Gogh, The Starry Night, 1889

1280px-van_gogh_-_starry_night_-_google_art_project

Melancong, bagi kaum muda, adalah bagian dari edukasi; bagi orang tua, merupakan bagian dari pengalaman. Dia yang melancong ke sebuah negeri sebelum memiliki pengenalan akan bahasa negeri tersebut, adalah sama dengan pergi ke sekolah, dan bukan melancong. Bahwa kaum muda yang melancong di bawah seorang pembimbing, atau pembantu yang serius saya amat menyetujuinya; kiranya pembimbing atau pembantu tersebut adalah orang yang mengerti bahasa dan telah pergi ke tempat tersebut sebelumnya, supaya dengan semuanya itu, dia mampu menceritakan kepada kaum muda hal-hal yang bernilai yang harus dilihat di dalam negeri di mana mereka melancong; kenalan-kenalan siapa saja yang harus mereka cari; latihan atau disiplin macam apa yang diberikan oleh tempat tersebut. Karena, jika tidak demikian, orang-orang muda akan pergi melancong dengan berkerudung dan melihat ke luar dengan terbatas.

Adalah suatu keanehan, bahwa di dalam pelayaran, di mana tidak ada hal yang dilihat kecuali langit dan lautan, orang–orang membuat buku harian, tetapi di dalam perjalanan darat, di mana ada begitu banyak hal yang harus diamat-amati, malah kebanyakan dari mereka mengabaikan menulis buku harian; padahal kesempatan tersebut lebih cocok untuk ditulis daripada dipandangi melulu. Oleh karena itu, semoga buku harian dibawa sesuai faedahnya. Hal-hal yang harus dilihat dan diamati adalah: arena-arena para raja; khususnya ketika mereka beraudensi dengan para duta besar; arena-arena keadilan, selagi para hakim duduk dan mendengarkan perkara-perkara; demikian juga dengan konsistori gerejawi[1]; gereja-gereja dan biara-biara dengan monumen-monumen yang masih ada di dalam gereja atau biara tersebut; tembok-tembok dan benteng-benteng kota dan desa dan juga tempat-tempat singgah dan pelabuhan-pelabuhan; peninggalan-peninggalan kuno dan reruntuhan; perpustakaan-perpustakaan; sekolah-sekolah, perdebatan-perdebatan, dan ceramah-ceramah di mana pun berlangsung; kapal-kapal dan angkatan laut; rumah-rumah dan taman-taman kota dan kesenangan yang ada di dekat kota besar; pabrik persenjataan; gudang peluru; gudang senjata; kantor-kantor; pengambilan-pengambilan; pergudangan, latihan-latihan penunggang kuda, latihan anggar, latihan para tentara dan hal-hal lain yang semacamnya; drama komedi-komedi yang membuat manusia menjadi orang yang lebih baik; harta perhiasan dan pakaian; lemari-lemari kaca dan hal-hal yang jarang terdapat; dan kesimpulannya adalah apa pun yang mengesankan yang ada di tempat-tempat yang mana mereka pergi. Yang terpenting, para pemimbing atau para pembantu, haruslah membuat penyelidikan yang cerdik terhadap semuanya. Berkaitan dengan kemasyuran-kemasyuran, drama-drama, pesta-pesta, perkawinan, pemakaman, hukuman mati, para pelancong tak perlu menaruh perhatian akan perihal-perihal tersebut, meskipun semua perihal tersebut kiranya tidak diabaikan.

Seandainya anda memiliki anak muda yang akan melancong ke tempat yang kecil, dan supaya dalam waktu yang singkat dia akan mendapatkan banyak hal, maka anda harus melakukan hal-hal berikut ini. Yang pertama, seperti yang telah kita katakan, dia harus mengenali bahasa setempat sebelum dia pergi melancong. Lalu, dia harus mempunyai seorang pelayan atau pembimbing yang mengetahui negeri tersebut, seperti yang telah kita katakan. Biarkanlah dia sendiri membawa peta atau buku-buku yang menggambarkan negeri di mana dia melancong; yang kiranya menjadi kunci yang baik untuk penyelidikan-penyelidikannya. Biarkanlah juga dia menyimpan buku harian. Jangan biarkan dia tinggal lama di sebuah kota atau desa; kota atau desa tersebut kurang lebih adalah tempat yang layak, tetapi tidak lama; ah tidak, ketika dia tinggal di suatu kota atau desa, biarkanlah dia berpindah tempat penginapan dari yang satu ke yang lain, tempat penginapan yang ada di ujung kota sampai yang ada di akhir kota merupakan pilar untuk perkenalan. Biarkanlah dia mengasingkan dirinya dari rombongan teman sebangsanya dan bertarak di tempat pelancongan ketika ada sahabat yang berasal dari rombongan yang sebangsa. Semoga dia, atas kepindahannya dari satu tempat ke tempat yang lain mendapatkan rekomendasi akan tempat tinggal yang baik ke mana ia pindah; bahwa kiranya dia memanfaatkan bantuan dari orang-orang tersebut untuk hal-hal yang dia ingin lihat atau ketahui. Jadi, kiranya dia mempersingkat pelancongannya dengan manfaat yang besar. Tentang kenalan-kenalan yang harus dicari di dalam pelancongan; yang paling menguntungkan adalah kenalan kepada seketaris-seketaris dan pegawai-pegawai kedutaan: agar dalam pelancongannya ke suatu negeri, dia akan menimba pengalaman dari banyak orang. Kiranya dia juga melihat dan mengunjungi orang-orang yang terkenal di dalam bidangnya masing-masing, yang memiliki reputasi di luar negeri; sehingga dia kiranya mampu mengisahkan bagaimana hidup ini sejalan dengan ketenaran. Untuk segala pertengkaran; segala pertengkaran haruslah ditangani dengan kepedulian dan penghakiman kiranya dihindari. Penyebab pertengkaran-pertengkaran biasanya berkaitan dengan soal wanita, kesehatan, tempat dan kata-kata. Dan biarkanlah seorang manusia waspada akan bagaimana tinggal bersama dengan rombongan orang yang koleris[2] dan yang suka bertengkar; karena rombongan orang yang koleris akan menyeret dirinya ke dalam pertengkaran mereka. Ketika si pelancong telah kembali ke rumah, kiranya dia tidak melupakan negeri-negeri yang telah dia jelajahi seluruhnya; tetapi mempertahankan suatu korespendensi dengan surat-menyurat kepada mereka yang telah menjadi kenalannya yang paling berkesan. Dan semoga hasil pelancongannya tercermin di dalam diskursusnya daripada dalam pakaian atau sikapnya; dan di dalam diskursusnya semoga dia lebih ternasihati dalam jawaban-jawabannya daripada begitu berkoar-koar dalam bercerita soal pelancongannya; dan semoga terlihatlah bahwa dia tidak mengubah cara-cara bangsanya demi kebiasaan asing; tetapi hanya menusukkan beberapa bunga yang telah dia pelajari dari luar negeri ke dalam adat-istiadat negerinya sendiri.

[1] Konsistori gerejawi adalah semacam arena tempat para kardinal berkumpul.

[2] Koleris adalah satu dari empat tipe kepribadian manusia (Sanguinis, Phlegmatis, Melankolis). Orang-orang koleris biasanya adalah orang yang agresif dan pemarah. Tentang empat tipe kepribadian manusia lihat essai III; no.2

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply