Lukisan Milan Konjovic, The Landscape

John 14: 1-12
I am the way, the truth, and the life
Continue reading “The Way, The Truth and The Life: Mystical Trinity”
Personal Notes of Duckjesui
Lukisan Milan Konjovic, The Landscape

John 14: 1-12
I am the way, the truth, and the life
Continue reading “The Way, The Truth and The Life: Mystical Trinity”
Lukisan Henry Scott, Tuke in Tow, 1893
Lukas 14:7-11
Siapa meninggikan diri akan direndahkan, barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan
Lukisan Richard Hayley Lever, Storm St.Ives

“Pergandaan, pluralritas bentuk, kebingungan adalah kesalahan, sebaliknya hanya ada satu yaitu kebenaran”
Yohanes Krisostomus
Lukisan Richard Hayley Lever,The Port of St.Ives, 1910

Misteri ada ciptaan adalah partisipasinya ke dalam Ada Sang Pencipta
Pengertian partisipasi
Sesuatu disebut ada karena memiliki esse dan esensi. Dengan memiliki esse dan esensi ada memiliki pula eksistensi. Dengan eksistensinya ada adalah suatu yang real. Namun eksistensi ada bukan disebabkan oleh esensinya atau essenya maupun eksistensinya. Continue reading “Partisipasi”
Lukisan Milan Konjovic, Cassis, 1929

“Realitas makin terpahami dan jelas dengan aliquid dan oleh karena aliquid, kita makin jatuh cinta untuk menggali kekayaan realitas dengan terang akal budi dan terang iman”
Apa itu sesuatu yang lain (aliquid)? Untuk menjawabnya perlulah kita melihat akan cara mengada ada. Continue reading “Aliquid (Sesuatu)”
Lukisan Pablo Picasso, Mediterranian Landscape, 1953
Hal-hal yang ada bukanlah buram, tak berarti, netral, jahat ataupun keji, tetapi kaya di dalam isi, terbuka, baik dan bersahabat.
Lukisan Cesare Auguste Detti,Très Galant

“Menjadikan diri terbuka kepada atribut-atribut being transendental berarti bahwa seseorang mengutamakan being di atas having. Di dalam hati being terbaringlah kesatuan, kebenaran, kebaikan dan keindahan yang mengundang kita kepada sebuah komunitas bersama dengan being dan mengisi pikiran kita dengan kesempurnaan”.
Leo. J. Elders
Lukisan Adolff Kaumann, Chicken In A Clearing

“Kita harus mencintai kebenaran dan menunjukkan segala tindak tanduk kita demi kebenaran“.
Karl Jaspers
“Semua manusia dari kodratnya menghasratkan pengetahuan”[1] karena pengetahuan menyoal kebenaran. Sebaliknya, gagasan kebenaran mensyaratkan suatu pemahaman dan sebuah keotentikan akan konsep pengetahuan. Suatu pengetahuan menjadi otentik ketika benar sehingga kebenaran selalu terkait dengan pengetahuan manusia. Karena hidup dari pengetahuan dan kebenaran, maka manusia segala zaman bertanya apa itu kebenaran. Continue reading “Kebenaran Menurut Metafisika”
Lukisan Arturo Ricci, Amorous Advance

“Ketika kita mencapai kesatuan kita menjadi diri kita sendiri”
Karl Jaspers
Setiap ada adalah satu secara definitif
Satu dapat didefinisikan sebagai tidak terbagi di dalam dirinya sendiri dan berbeda dengan segala sesuatunya yang lain (indivisum in se, et divisum a quolibet alio.)
Continue reading “Satu & Kekayaannya Dalam Metafisika”

Lukas 24:36-49
“Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka”