Pengikut Dan Sahabat

XLVIII

Pengikut Dan Sahabat

Francis Bacon

Lukisan William Larkin,Three Young Girls, 1620

Tentu saja, pengikut[1] tidaklah disukai, setidaknya ibarat selagi seseorang berusaha membuat keretanya makin panjang, tetapi ternyata pengikut malah memperpendek sayap keretanya. Saya katakan pengikut amat sangat tidak sukai bukan hanya karena para pengikut memberatkan tas, tetapi juga karena meletihkan dan menyempitkan setelan. Para pengikut yang biasa haruslah menantang kondisi-kondisi yang tidak lebih tinggi daripada roman muka, rekomendasi dan proteksi berkaitan dengan kesalahan-kesalahan. Para pengikut yang sifatnya memecah belah amatlah dibenci karena mereka mengikuti dia yang mereka pilih sendiri bukan karena berdasarkan kasih sayang kepadanya tetapi berdasarkan atas ketidaksenangan yang dirasakan kepada seseorang yang lain; penyebab ketidaksenangan itu adalah adanya pengertian yang salah yang terjadi di antara tokoh-tokoh besar yang sering kita lihat. Demikian juga kepada para pengikut yang sombong yang membuat diri mereka sendiri sebagai terompet pujian bagi orang-orang yang mereka ikuti, penuh dengan ketidaknyamanan; karena mereka menodai usaha dengan keinginan yang sifatnya terselubung dan mereka menjual kehormatan seseorang dan mengembalikan kehormatan kepada orang tersebut dalam bentuk iri hati. Ada juga sejenis pengikut yang juga demikian berbahaya, yaitu mereka yang menjadi mata-mata yang menyelidiki rahasia-rahasia rumah dan mengisahkan segala rahasia kepada orang lain. Namun, pengikut-pengikut yang demikian sering kali menjadi penolong karena mereka adalah orang yang suka mencampuri urusan orang lain dan pada umumnya senang bertukar cerita. Pengikut yang berikutnya adalah mereka yang punya kedudukan yang tinggi, yang dapat dipertanggung-jawabkan sebagai orang  yang diakui sebagai orang besar itu sendiri (seperti dia yang mengirim para prajurit ke medan perang, dan semacamnya), yang sudah menjadi hal yang sepantasnya, dan bahkan memiliki kedudukan di kerajaan; sehingga tanpa terlalu banyak kemegahan atau popularitas. Tetapi hal yang paling terhormat dalam perihal mengikuti adalah diikuti sebagai orang yang memahami untuk memajukan keutamaan dan kepantasan yang ada di dalam diri setiap orang. Namun, ketika tidak ada rintangan yang nyata, maka adalah lebih baik untuk bekerja dengan dia yang memiliki kemampuan sedang-sedang saja daripada dengan dia yang mempunyai kompetensi. Dan di samping itu, untuk mengatakan kebenaran, di saat- saat yang tercela, orang–orang yang aktif itu lebih berguna daripada orang yang berkeutamaan. Benarlah juga bahwa di dalam pemerintahan adalah baik untuk menggunakan orang-orang dari tingkat yang sederajat: karena menyetujui hal-hal yang luar biasa membuat mereka menjadi orang yang berani, tetapi pada akhirnya hanya menimbulkan perseteruan karena mereka kiranya akan menggugat hak mereka. Sebaliknya, berkaitan dengan perihal pertolongan, menggunakan orang-orang yang dipilih dan dipenuhi dengan perbedaan adalah baik; karena hal ini membuat pribadi-pribadi yang terpilih semakin berterima kasih, tetapi pada akhirnya akan membuat tiap orang semakin suka mencampuri urusan orang lain karena segala sesuatunya berasal dari pertolongan. Adalah kebijaksanaan yang baik untuk tidak memperkerjakan banyak orang pada permulaan karena seseorang tidak dapat memberikan proporsi tersebut. Diperintah (demikian kita menyebutnya) hanya oleh seseorang tidaklah aman karena hal itu menunjukkan kelembutan dan memberikan suatu kebebasan untuk skandal dan reputasi yang jahat; karena mereka yang  biasanya tidak mencela atau berbicara tentang keburukan seseorang segera akan bicara dengan lebih berani akan keburukan yang berkaitan dengan orang-orang yang hebat yang ada bersama mereka, sehingga mereka melukai kehormatan orang-orang hebat tersebut. Namun, bingung dengan banyak orang adalah hal yang lebih buruk, karena membuat manusia menjadi depresi dan penuh perubahan. Meminta pendapat kepada beberapa teman adalah sungguh terhormat; karena para penonton sering kali lebih melihat daripada pemain; dan lembah menemukan bukit dengan sempurna. Ada sedikit persahabatan di dalam dunia dan setidaknya persahabatan yang ada di antara orang-orang yang setara, yang adalah suatu kebiasaan harus dimulyakan. Kesetaraan itu terjadi karena nasib antara yang superior dan inferior kiranya dimengerti satu sama lain.

[1] Pengikut atau pengekor.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply