Pembaharuan

XXIV

Pembaharuan

Francis Bacon

 Lukisan Laurence Amélie

Sebagaimana halnya kelaade2389c6845492832dec10bba1850a2hiran makhluk hidup pada mulanya disertai dengan rasa sakit, demikian juga untuk semua pembaharuan, yang adalah kelahiran waktu. Sekalipun demikian, sebagaimana mereka yang pertama-tama membawa kehormatan bagi keluarga mereka pada umumnya lebih terhormat daripada mereka yang sukses, maka model yang pertama ini (sekiranya baik) amatlah jarang dicapai dengan peniruan. Penyakit, bagi natura manusia, ketika berlaku sebagai hal yang buruk, begitu kuat di dalam permulaan, memiliki pergerakan natural, amat kuat di dalam keberlangsungannya; tetapi baik, sebagai suatu pergerakan yang dipaksa. Tentu saja setiap obat adalah suatu pembaharuan; dan dia yang tidak akan mempergunakan obat-obat baru pastilah mengharapkan keburukan-keburukan baru; karena sang waktu adalah sang pembaharu yang terhebat; dan jika sang waktu dengan caranya mengubah hal-hal menjadi lebih buruk, dan kebijaksanaan dan nasihat itu sendiri tidak mengubah hal-hal buruk menjadi lebih baik, apakah gerangan yang menjadi akhirnya nanti? Benarlah bahwa apa yang diasuh oleh kebiasaan[1], meskipun tidaklah baik, namun setidaknya tetaplah menjadi hal yang cocok; dan hal-hal yang telah berlangsung lama secara bersama seolah-olah bersekutu dengan diri mereka sendiri; sementara potongan dari hal-hal baru tersebut tidak begitu baik dan meskipun menolong melalui kegunaannya, tetaplah hal-hal baru tersebut membawa masalah yang disebabkan oleh ketidaksesuaian dari potongan-potongan hal-hal baru tersebut. Di samping itu, hal-hal baru ibarat orang-orang asing, lebih dikagumi dan kurang disukai. Semua kenyataan ini adalah benar, jika sang waktu masih berdiri tenang; ternyata sebaliknya bahwa sang waktu berjalan begitu bulat sehingga suatu ingatan akan kebiasaan yang keras kepala adalah sebuah kekacauan sama halnya seperti suatu pembaharuan; dan mereka yang amat memuja zaman yang lampau sungguh menghina hal-hal yang baru. Oleh karena itu, kiranya adalah baik bahwa manusia dalam pembaharuan-pembaharuan mereka meneladani sang model waktu itu sendiri yang sungguh memperbaharui segala sesuatunya dengan hebat, tetapi dengan tenang, dengan perlahan-lahan nyaris tak mungkin untuk dirasakan. Sebab sebaliknya, apa pun yang baru tidak diharapkan; dan selalu memperbaiki yang satu tetapi merusak yang lain; dan dia yang tertolong oleh yang baru menilai yang baru itu sebagai sebuah keberuntungan dan berterima kasih kepada sang waktu; sementara dia yang tersakiti, menilai yang baru sebagai suatu kesalahan dan menyalahkan sang pencipta pembaharuan. Adalah baik pula tidak mengusahakan eksperimen-eksperimen dalam negara kecuali kebutuhannya begitu mendesak, atau kegunaannya begitu jelas dan juga baik untuk waspada bahwa kiranya reformasilah yang menarik kepada perubahan, dan bukanlah hasrat akan perubahan yang memberlakukan reformasi. Yang terakhir, pembaharuan, meskipun kiranya tidak ditolak, tetapi tetaplah dianggap sebagai suatu kecurigaan, dan seperti yang dikatakan oleh kitab suci: Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu akan mendapat ketenangan[2].

[1] Kebiasaan atau adat-istiadat. Bacon akan membahas soal adat-istiadat dalam essai XXXIX.

[2] Yeremia 6:16

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply