Menyambut Emmanuel: Bertobat, Dibaptis dan Tuhan Mengampuni

 

Lukisan: Maurice de Vlaminck

Adven II, tahun C

Barukh 5:1-9

Filipi 1 :4-6,8-11

Lukas 3: 1-6

Semua orang akan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan

Kata Adven berasal dari kata Latin adventus yang berarti kedatangan; maka Adven adalah Tuhan yang datang; dalam masa Adven kita menanti kedatangan Tuhan. Tentu kedatangan Tuhan adalah Tuhan yang menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus: inkarnasi. Misteri inkarnasi diawali dengan datangnya firman Tuhan kepada Yohanes Pembaptis. Lukas menggambarkan bahwa firman itu datang kepada Yohanes Pembaptis dalam tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Ponsius Pilatus menjadi wali negeri Yudea dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi imam besar. Apa artinya? Pada waktu itu, Romawi adalah kemaharajaan atau imperium terkuat yang menguasai dan memerintah dunia. Banyak daerah telah menjadi jajahan maupun koloni Romawi dan Kaisar Tiberius adalah kaisar yang begitu agung. Di tengah himpitan kekuasaan, firman Tuhan datang menembus dan menerobos melampaui kedigdayaan kekuasaan dunia. Mengapa firman Tuhan datang? Firman Tuhan datang karena Tuhan teringat kepada manusia. Tuhan teringat kepada manusia karena kasih setia Tuhan sepanjang segala zaman yaitu Tuhan mau menyelamatkan manusia. Maka demi keselamatan manusia, dalam Perjanjian Lama, Tuhan berseru lewat nabinya Barukh: Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul atas firman dari Yang Kudus, dari tempat matahari terbenam hingga ke tempat terbitnya, seraya bersuka ria karena Tuhan teringat kepada manusia. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan dengan perantaraan Yohanes Pembaptis memanggil setiap orang untuk bertobat, menerima baptis agar mendapat pengampunan-Nya dan keselamatan. Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Tuhan akan mengampuni dosamu.

Bertobat selalu menjadi nafas masa Adven dan menjadi langkah pertama untuk menyambut kedatangan Tuhan. Apa itu bertobat? Apakah bertobat hanya berhenti melakukan dosa? Bertobat berarti menanggalkan pakaian duka dan derita dan mengenakan perhiasan kemuliaan Tuhan untuk selama-lamanya. Dosa membuat manusia mengenakan pakaian duka dan derita karena dosa membawa manusia kepada lembah air mata dan tinggal di bukit derita. Dosa  membelenggu, mencabik-cabik dan mengubur manusia di dalam kegelapan karena dosa menjauhkan manusia dari kasih Allah dan meninggalkan terang. Dosa menyebabkan kita kehilangan sukacita, kemuliaan dan kehormatan. Dosa menghalangi cinta-Nya kepada manusia ibarat gunung tinggi dan bukit yang menghalang-halangi serta jurang yang menutupi sesuatunya.

Bertobat berarti bangkit dari kegelapan dosa dan berdiri tegak di ketinggian. Berdiri tegak di ketinggian adalah hidup di dalam kesucian dan kemuliaan Allah. Maka, dengan berdiri tegak di ketinggian kita pun menatap Tuhan, menyambut firman-Nya, datang dan hidup di dalam firman-Nya. Dengan datang dan hidup di dalam firman-Nya, dengan berdiri tegak di ketinggian, manusia mengenakan perhiasan Tuhan. Betapa cantiknya perhiasan Tuhan ini. Dan berkat perhiasan cantik ini kita berseri-seri laksana putri-putri Israel dan diusung dengan hormat  di atas tandu kerajaan. Perhiasan cantik ini tentu amat menyenangkan dan mengagumkan serta cocok untuk dipakai menyambut kedatangan Emmanuel.

Datang dan hidup dalam firman Tuhan dimulai ketika diri dibaptis; terjadi ketika kita menerima, mempercayai dan mencintai Yesus Kristus -Sang Juru Selamat Manusia-. Dengan membiarkan diri dibaptis, kita membiarkan diri hidup dalam cinta Tuhan, dalam kemuliaan Tuhan, dalam firman Tuhan. Hidup dalam baptis membuat kita berselubungkan kampuh kebenaran-Nya dan terpasang di atas kepala kita tajuk kemuliaan dari yang kekal. Kita pun menjadi putra-putri kesayangan-Nya, anak-anak tercinta Tuhan. Sebagai putra-putri dan anak kesayangan-Nya maka Engkau akan diberi nama ini untuk selamanya, Damai sejahtera hasil kebenaran dan kemuliaan hasil dari takwa. Rahmat baptis menjadi terang adven yang datang ke hati dengan menerobos hingar bingar duniawi seperti sinar matahari yang datang menerangi sudut kamar melalui jendela. Nyanyian baptis terdengar begitu merdu di dalam masa adven.

Kita memakai gelar-gelar tersebut karena Tuhan yang maharahim mengampuni dosa-dosa kita. Pengampunan-Nya memulihkan keadaan manusia sehingga dalam pengampunan-Nya ada masa depan baru, hidup baru, langit dan bumi baru. Dengan pengampunan-Nya, manusia dituntun dalam sukacita-Nya, dalam cahaya kemuliaan-Nya dan belas kasih serta kebenaran-Nya. Sukacita-Nya meratakan gunung ratapan penghalang cinta-Nya, cahaya kemuliaan dan kasih setia-Nya menimbun bukit dosa dan belas kasih dan kebenaran-Nya meluruskan kekelaman dan kepahitan yang berliku-liku. Sekarang, dalam hidup, langit dan bumi yang baru manusia berjalan di bawah naungan-Nya. Pengampunan-Nya membuktikan bahwa Tuhan telah melakukan karya agung bagi kita. Tidak perlu diragukan lagi. Sukacita pun menjadi buah kita, mulut kita penuh dengan tertawa dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Dengan pertobatan, baptisan dan pengampunan yang telah kita terima, kita akan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan yaitu kelahiran Juru selamat Yesus Kristus. Sebaliknya, tanpa pertobatan, pengampunan dari Allah, kita tidak akan mengerti masa adven; kita tidak tahu apa yang kita nanti. Kedatangan Emmanuel yang semakin dekat justru dilupakan karena kita terlelap dan terbuai akan kedigdayaan kekuasaan duniawi yang penuh dengan hingar-bingar. Maka, tiada seruan lain selain seruan Yohanes Pembaptis: bertobatlah dan biarkanlah dirimu dibaptis dan biarkanlah Tuhan mengampuni; persiapkanlah dirimu dengan hidup suci dan tak bercela supaya masa adven ini menjadi saat untuk memuji dan memuliakan Tuhan karena kedatangan Sang Emmanuel. Kiranya syair abad ke-12 dengan judul Veni, Veni, Emmanuel menjadi senandung harapan di tengah menanti kedatangan Emmanuel:

Datanglah Emmanuel, tebus umat-Mu Israel

Yang dalam berkeluh-kesah menantikan Penolongnya

Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Emmanuel

 

Tuhan Allah, datanglah

Firman-Mu berkuasalah

Seperti waktu Kau beri di atas puncak Sinai

Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Emmanuel

 

Datanglah Tunas Isai

Patahkan belenggu pedih

Dan umat-Mu slamatkanlah, sengsaranya musnakanlah

Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Emmanuel

 

Kunci Daud, datanglah

Gapura surga bukalah

Tutuplah jalan seteru agar selamat umat-Mu

Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Emmanuel

 

Surya Pagi, datanglah

Dan jiwa kami hiburlah

Halaukanlah gelap seram, bayangan maut yang kejam

Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Emmanuel

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply