KONTEMPLASI & MEDITASI

Lukisan: Jean Francois Millet, Angelus

 

 

Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam percobaan” (Lukas 22:40)

Cara Renungan

Oleh Fr. Sigfried Zahnweh

 

Awal Jam Renungan

  • Pada permulaan jam renungan, selama beberapa menit saja: saya berdiri sambil membuat diri sadar akan apa yang akan saya lakukan selama satu jam renungan ini: Tuhan ingin bertemu dengan saya, mau berbicara dengan saya, manusia yang kecil ini. Tuhanlah yang mengundang saya.
  • Lalu saya mengambil posisi duduk yang cocok untuk menjadi tenang dan hening. Kalau membantu, aku mengatur pernafasanku sampai menjadi tenang dan terfokus.
  • Bila aku merasa tenang dan hening, aku menyadari kehadiran Tuhan yang memanggil aku dengan namaku sendiri.

Memohon Rahmat

“Memohon rahmat kepada Allah Tuhan kita apa yang kuhendaki dan kuinginkan”, sesuai dengan tema renungan, atau sesuai dengan kebutuhan yang kami rasakan saat ini. Misalnya: semakin mengenal Yesus Kristus dan mencintaiNya; atau agar langit semakin terbuka terhadap orang lain; atau agar aku dibudidayakan dalam hal-hal tertentu, dll.

Dengan memohon rahmat:

  • Aku memberi fokus dan arah kepada doa
  • Aku membuka salah satu aspek kehidupan untuk disentuh oleh misteri Tuhan
  • Aku mengakui bahwa segala apa saja merupakan anugerah Tuhan belaka; Perkembangan dalam doa pun merupakan karunia Tuhan, karya Dia, bukan hasil jerih payahku
  • Rahmat itu tidak dimohonkan tidak hanya pada awal doa, tetapi juga selama renungan.
  • Dapat terjadi bahwa di tengah proses renungan Tuhan sendiri menjelaskan rahmat yang seharusnya aku mohon kepadaNya;
  • Bila aku merasa tidak menerima rahmat yang aku mohon , aku berbaur dengan Yesus dalam wawancara pada akhir renungan.

Proses Renungan

  • Bahan renungan sebaiknya disiapkan sebelumnya;
  • Bacalah teks Kitab suci sekali lagi perlahan-lahan, bila membantu dapat dengan suara lembut; berlulang kali jika perlu
  • Lalu merenung kitab suci

Doa Wawancara Pada Akhir Renungan

Renungan diakhiri dengan doa wawancara, suatu dialog antara mis Bapa dan kami, Kristus dan kami, dst

Tentu saja doa wawancara timbul spontan setiap waktu renungan, sesuai dengan gerakan hati dan bisikan Roh Kudus

Namun demikian, saya dianjurkan agar jam renungan selalu ditutup dengan wawancara/dialog spontan, yang isinya misalnya:

  • Menyimpulkan segala apa saja yang telah dikaryakan Tuhan dalam diriku selama renungan
  • Mendalami dan mengungkapkan rahmat-rahmat yang telah kutrima
  • Membicarakan apa kiranya sebab-sebabnya bila merasa tidak menerima rahmat yang telah dimohon
  • Mencetuskan isi hati dan pikiranku
  • Mengungkapkan perasaan-perasaan yang telah timbul waktu renungan (mis: godaan, desolasi, konsolasi, kerinduan, dll)
  • Membicarakan kebutuhan/ketidakbebasan/ hambatan/ pergulatan/ ketakutanku
  • Memohon nasehat-Nya dan terang-Nya mengenai salah satu hal tertentu
  • Memohon agar hatiku semakin dibukakan olehNya

Refleksi

Sesudah jam renungan, selama 15 menit refleksi di tempat lain

 

 


 

  

  • Kontemplasi

Oleh duckjesui

Kontemplasi adalah cara berdoa dengan menggunakan imajinasi kita. Berhadapan dengan waktu, seoalah-olah kita selalu ditentukan dan dituntun oleh waktu. Kita tidak berdaya dalam jangka waktu tertentu. Namun dengan imajinasi kita menjadi raja waktu. Artinya melalui imanjinasi, kita dapat menjelajahi waktu dan memampukan kita menembus batasan-batasan yang dibuat oleh waktu itu sendiri. Oleh kita peristiwa yang sudah lampau dapat kita hadirkan kembali dengan imanjinasi. Masa depan pun dapat kita berimajinasi dengan imajinasi. Di sini kita berkuasa terhadap waktu. Ingatlah Allah sendiri tidak dapat dicekal oleh waktu. Ia lebih tinggi dan melampui waktu. Dan melalui imanjinasi kita yang merupakan karunia-Nya, kita diajak, diundang serta dibawa ke realitas ilahi tersebut.

 

Cara kontemplasi

  1. Ciptakanlah suasana hening. Lihat hand out yang dibuat oleh Fr . Sigfried Zahnweh SJ.
  2. Sebelum kontemplasi mohonlah bantuan Roh Kudus agar menyelamatkan solusi, membantu hati dan pikiran untuk fokus pada bisikan Allah
  3. Bacalah teks kitab suci 1 perikop. Baca di sini bukan sekedar membaca tapi juga sambil mengingat. Bila perlu baca 3 x sambil mengingat
  4. Ambil posisi duduk sila, pejamkan mata. Untuk beberapa saat rasakan dan sadari suasana hening. dengarkan suara-suara di sekitarmu. Biarkan pikiran-pikiran dan perasaan seperti kegelisahan, ketakutan lewat artinya jangan dilawan, biarkan mereka mengalir begitu saja supaya pikiran dan hati menjadi tenang. Waktu yang dibutuhkan untuk menjadi tenang tidak ada batasannya, bisa lama dan bisa cepat. Kamu bisa kontemplasi dan merenungkan jika hati dan pikiranmu tenang, tidak ricuh. Tanpa ketenangan hati dan pikiran tak mungkin kontemplasi.
  5. Ketika hati dan pikiran sudah tenang, mulai mengingat kembali secara pelan-pelan perikop yang sudah dibaca.
  6. Saat mengingat, mulai memainkan imanjinasimu. Misalnya melihat setting tempatnya, waktunya, siapa saja dan berapa orang yang ada dalam perikop tersebut. Di sini anda bebas memainkan imanjinasimu sebebas mungkin. Kamu bisa meneladan Yesus atau orang-orang yang terlibat dalam perikop tersebut atau kamu hanya menyaksikan peristiwa tersebut seperti orang yang sedang menonton film. Ingatlah Kontemplasi melibatkan seluruh dirimu baik perasaan, emosi, logika, pikiran. Oleh karena itu, dalam kontemplasi kamu bisa saja menangis, merasa kagum, takut dan sebagainya melihat peristiwa kitab suci tersebut
  7. Kontemplasi diakhiri dengan doa wawancara atau dialog. Misalnya mengungkapkan perasaanmu kepada Yesus selama kontemplasi, bertanya kepada Yesus soal-soal yang belum dipahami, bahkan kontemplasi itu memunculkan pertobatan hidup, memohon rahmat-rahmat tertentu. Ini semua hanya contoh. Doa wawancara itu bebas tergantung dari gerak hatimu dan ke mana Roh Kudus membawamu. Yang paling penting kamu menangkap sebuah pesan atau menemukan sesuatu dari kontemplasimu.
  8. Tutup dengan Doa Bapa kami atau salam Maria atau Kemuliaan tetapi di sini sifatnya tidak aturan kaku.
  9. Buatlah refleksi di tempat yang lain. Refleksi ini diperlukan agar kamu menangkap pesan Yesus sendiri dan menjadikannya sebagai kekayaan rohanimu.
  • Meditasi

Meditasi hampir sama dengan kontemplasi. Bedanya mengomunikasikan itu mencari pengertian, penerangan dan pencerahan akan sesuatu hal. Caranya pun sama dengan kontemplasi. Tetapi komunikasi hanya mengambil kata-kata atau ayat-ayat tertentu yang sekiranya menyentuh hati dan pikiranmu untuk digeluti, dicermati bahkan dihidupi. Ayat-ayat itu direnungkan terus-menerus dalam meditasi sehingga dengan bantuan Roh Kudus sendiri kamu akan menemukan kekayaan lain yang terkandung di balik kata ayat-ayat tersebut.

               Akhirnya Meditasi dan Kontemplasi itu cara Allah sendiri untuk menjadikan kita rasul-rasul-Nya yang sejati.

SEQUITUR JESUS ​​CHRISTI

Mengikuti Yesus Kristus

 

Hak Cipta © 2020 ducksophia.com. Seluruh hak cipta dilindungi undang-undang. 

 

 

 

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply