Kebahagiaan Maria Kebahagiaan Adven

 

Lukisan: Stanley Spencer, Gardens in The Pound, Cookham, 1936

Adven IV, tahun C

Mikha 5: 2-5 a

Ibrani 10: 5-10

Lukas 1: 38

Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku mengunjungi aku?

Ada sebuah dekorasi yang indah di sebuah gereja yaitu lukisan Maria dan bayi Yesus yang beralaskan lingkaran adven sembari dirangkai dengan mawar-mawar merah dan putih. Lukisan tersebut menggambarkan Maria yang menggendong bayi Yesus. Baik Maria dan Yesus menatap ke depan dan dengan jelas lukisan tersebut mau menunjukkan bahwa Maria adalah Bunda Yesus. Kemudian di bawah lukisan ada untaian mawar menghiasinya dan juga lingkaran adven dengan keempat lilin yang menyala. Mawar-mawar putih dan merah yang merekah bersama lingkaran hijau daun dan lilin-lilin yang menyala mengangkat hati setiap orang untuk berdoa dan mengkontemplasikan lukisan tersebut; orang akan merasakan keagungan misteri inkarnasi dan kebahagiaan Maria.

Minggu Adven yang keempat diawali dengan firman Alah dalam nubuat nabi Mikha: Hai, Betlehem, Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, daripadamu akan bangkit  bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan. Firman Allah kepada nabi Mikha merupakan nubuat tentang sejarah keselamatan, janji dan karya Allah bagi manusia. Sudah sejak lama seluruh bangsa mendambakan Sang juru Selamat. Dalam untaian waktu yang melewati abad demi abad, nubuat dan janji Allah diberitakan turun-temurun dan sekarang nubuat tentang sejarah keselamatan manusia terpenuhi di dalam kelahiran Yesus Kristus. Dalam iman, kita tahu bahwa Yesus anak Maria adalah Sang Juru Selamat yang dinanti-nantikan.

Ada suatu fakta ilahi bahwa terpenuhinya karya Allah dan sejarah kesalamatan manusia membutuhkan Maria: Maria Bunda Allah. Maria Bunda Allah menjamin bahwa Yesus sehakikat dengan Allah dan dengan manusia. Maria Bunda Allah menetapkan misteri inkarnasi dengan sempurna bahwa Yesus adalah Allah dan manusia. Maria dipilih Allah untuk melahirkan Sang Juru Selamat. Maria bagai pintu gerbang tempat munculnya sang terang.

Sebagaimana ketika seorang ibu mengandung anaknya dengan sukacita demikian juga dengan Maria. Kepenuhan sukacita dan kebahagiaan seorang ibu adalah kelahiran anak. Kelahiran Yesus adalah kebahagiaan Maria. Terlebih, Maria berbahagia karena di dalam dirinya terlaksana karya Allah yang agung. Kebahagiaan Maria dilukiskan oleh Elizabeth: diberkatilah engkau di antara semua perempuan. Elizabeth memang keluarga Maria tetapi juga ia orang yang beriman dan orang yang percaya kepada Allah serta menantikan kelahiran Juru Selamat. Maka Elizabeth pun bisa diartikan sebagai setiap orang yang percaya dan menantikan Juru Selamat.

Kebahagiaan harus dikhabarkan, sukacita harus disampaikan. Untuk itu Maria mengunjungi Elizabeth dan setiap orang yang percaya. Dengan salamnya, Maria membagikan kebahagiaannya kepada setiap hati yang penuh cinta. Maka, salam Maria adalah salam kebahagiaan Bunda Allah. Maria mengunjungi dan memberi salamnya kepada setiap hati agar sukacitanya sebagai Bunda Allah menjadi sukacita setiap hati yang menantikan kelahiran Yesus Kristus. Sekarang dengan salamnya, berita kelahiran Juru Selamat dikhabarkan oleh Sang Ibu Tuhan sendiri –Maria-. Salam Maria berbisik dengan lembut kepada setiap hati bahwa kelahiran Sang Juru Selamat segera datang. Berkat salam Maria, Adven menjadi salam kebahagiaan, salam damai sejahtera sampai ke ujung bumi. Tetapi, hanya hati yang percaya yang akan mendengar salam dan kebahagiaan Maria. Hati yang percaya akan berseru seperti Elizabeth: siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Salam Maria menutup Adven dan menjadikan Adven sebagai sukacita bagi mereka yang percaya dan menanti Sang Juru Selamat sebab ketika salam Maria sampai ke telinga, semua melonjak kegirangan.

Marilah kita mohon doa Bunda Maria sendiri agar hati diluapi kegembiraan dan kesucian supaya kita pantas menyambut kelahiran Emmanuel. Iman yang kokoh, cinta yang merekah dan harapan yang   berseri-seri dalam hati yang percaya merubah Adven menjadi seperti terang lilin-lilin di atas lingkaran hijau daun Adven dan untaian mawar harum semerbak yang dipersembahkan bagi Maria Bunda Allah dan Sang Juru Selamat Yesus kristus.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply