Bunga Kehidupan

Lukisan: Katharina Schottler, Flower Garden

Galatia 5: 18-25

 

                                                                                                                                                      “Zaman baik atau buruk,                                                                                                          biarlah asal hidup kita baik dan zaman akan menjadi baik, sebab kitalah yang membuat zaman itu

(Thomas Aquinas)

Taman bunga apapun selalu indah dan menarik hati. Bunga-bunga taman tidak bersuara mengenai keindahannya dan justru di dalam keheninganlah mereka memekarkan keindahannya. Kiranya, ada kesucian yang menggetarkan dalam keindahan bunga yang berhiaskan aneka warna. Raja Nebukadnezar, raja Babilon, pernah membangun taman gantung di istananya. Seperti apa taman gantung itu? Para ahli sejarah tidak bisa menggambarkan dengan pasti seperti apakah yang taman gantung. Tetapi yang jelas taman gantung Babylon dipenuhi dengan bunga dari berbagai penjuru dunia. Ada keindahan dan keharuman yang luar biasa. Konon siapa yang melihat dan mengunjungi taman gantung Babilon akan selalu jatuh cinta dan selalu ingin tinggal di dalam taman gantung Babilon. Taman gantung Babilon -menurut ahli sejarah- merupakan salah satu kejaiban dunia.

Kehidupan manusia sebenarnya juga memancarkan keindahan seperti taman-taman bunga. Cara terbaik mengolah kehidupan agar menjadi bunga kehidupan adalah dengan hidup di dalam keutamaan. Hidup di dalam keutamaan itu tak lain adalah hidup di dalam roh; hidup di dalam Kristus.

Dalam surat Paulus kepada jemaat di Galatia kita mendengar dua ciri manusia yang hidup di dalam daging dan hidup di dalam roh. Manusia yang hidup di dalam daging bercirikan kegeraman, percabulan, kedengkian, roh pemecah, kesombongan. Sementara manusia yang hidup di dalam roh ialah manusia yang penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan dan kesetiaan. Hidup di dalam daging menyuramkan hidup dan membawanya ke dalam kebusukan sebab hidup di dalam daging menghambat bahkan mematikan bunga-bunga keutamaan yang ada di dalam diri setiap orang. Hidup di dalam daging adalah tanah asam yang beracun.

Hidup di dalam roh, hidup di dalam Kristus membuat hidup tercerahkan. Hidup yang tercerahkan adalah hidup yang bersahabat dan menerima semua, tidak lagi gila hormat, berhenti saling menantang ataupun mendengki, meredakan amarah dan membangkitkan semangat yang telah padam. Bahkan hidup yang tercerahkan melukis hidup yang memahami segala sesuatunya, menerima kenyataan sekaligus hidup yang memberi dan yang memancarkan kasih. Hidup yang demikian adalah hidup yang indah karena membawa kedamaian dan sukacita dalam hati, jiwa dan pikiran. Hidup yang indah selalu ada di dalam dekapan keutamaan dan Kristus sehingga hidup yang indah itulah yang mengubah dan memberi harapan kepada dunia. Hidup yang indah itu menyiratkan suatu kemenangan kehormatan yaitu penyingkapan keutamaan dan nilai yang dihidupi oleh manusia tanpa adanya kepalsuan.

Akhirnya, mereka yang hidup di dalam Kristus telah menjadi bunga-bunga kehidupan. Mereka yang menjadi bunga-bunga kehidupan selalu membuat pelihatnya jatuh cinta. Sebab, dalam keheningan, mereka memancarkan keharuman, mencerminkan kesucian hidup dan bahkan pancaran ilahi mereka menghiasi setiap tempat di mana pun mereka berada. Mereka telah menjadi taman bunga ilahi. Tak salah lagi, mereka adalah keajaiban dunia.

 

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply