Sungai Yordan, Sungai Pembaptisan

Lukisan: Fritz Thaulow, The Old Church by the River                                      

Pembaptisan Kristus tahun A

Yesaya 42: 1-4; 6-7

Kisah 10: 34-38

Mat 3: 13-17

“Inilah Putera-Ku terkasih pada-Nya Aku amat berkenan”

Sungai memiliki peran dalam hidup manusia. Sungai tidak sekedar tempat aktivitas kehidupan manusia yang sederhana seperti untuk mencuci, memberi minum ternak dan mengairi kebun- sawah tetapi juga tempat manusia untuk merefleksikan hidup, tempat manusia untuk mendapatkan ide bahkan tempat manusia bertemu dengan yang ilahi. Di sungai juga peradaban manusia dibangun dan dibentuk. Heraklitus seorang filsuf Yunani membangun filsafatnya setelah mengamat-amati sungai di Yunani; sungai Nil menjadi jantung kehidupan Mesir; sungai Tigris merupakan sungai yang menciptakan kemakmuran di sekeliling Mesopotamia; sungai Gangga di India adalah tempat orang menyucikan diri; sungai Yordan bagi bangsa Yahudi merupakan sumber kesuburan sehingga orang-orang Yahudi menyebut sungai Yordan sebagai “taman Tuhan”; di sungai Yordan pula Naaman -orang Syiria- disembuhkan dari penyakit kusta.

Hari ini merupakan hari pembaptisan Yesus di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Untuk itu, suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar, dan Roh Kudus turun atas Putera Allah. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia melihat Roh Allah yang seperti burung merpati turun ke atas-Nya dan terdengarlah suara dari sorga: “Inilah anak yang kukasihi yang kepadanya aku berkenan”. Apa maksud pembaptisan Putera Allah ini? Bagaimana kita mengerti peristiwa pembaptisan Putera Allah di sungai Yordan?

Suara Tuhan dan Roh Kudus yang turun atas Yesus Kristus di sungai Yordan melantik dan mengesahkan tiga hal: yang pertama Yesus sebagai Putera Allah; yang kedua tugas perutusan-Nya di dunia; dan yang ketiga untuk menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa.

Yang pertama, soal identitas Yesus sebagai Putera Allah: Roh Allah yang menyerupai merpati itu yang turun di atas Yesus menyingkapkan dan mematri identitas hamba, orang pilihan yang telah dinubuatkan di dalam kitab nabi Yesaya: Lihat, itu hamba-Ku yang kupegang, orang pilihan-Ku yang kepadanya Aku berkenan. Dengan pembaptisan Yesus yang kemudian disertai turunnya Roh Kudus serta suara Allah: Inilah anak yang kukasihi yang kepadanya aku berkenan, Allah Bapa mengkumandangkan dan memproklamasikan bahwa Yesus adalah hamba Yahwe, orang pilihan Yahwe, kasih Yahwe, Putera-Nya terkasih yang akan membawa keselamatan kepada bangsa-bangsa.

Yang kedua, dengan pembaptisan di sungai Yordan  Yesus- Putera Allah- menerima mandat dari Bapa-Nya sendiri untuk melaksanakan karya penyelamatan bagi ciptaan yang merupakan kehendak Allah Bapa. Kehendak Allah Bapa terangkum di dalam kitab nabi Yesaya: Aku ini, Tuhan, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara. Allah akan melakukan karya keselamatan untuk ciptaan lewat PuteraNya yang terkasih Yesus Kristus. Dengan demikian misi Yesus adalah membawa keselamatan.

Yang ketiga, supaya kehendak-Nya terlaksana, Allah Bapa membuat hukum baru dan memandatkan Putera-Nya sendiri sebagai pelaksana hukum baru. Kata Allah: Aku menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa. Hukum baru apa yang dikumandangkan oleh Putera Allah itu? Tentu saja hukum cinta kasih. Dalam menyatakan hukum cinta kasih kepada para bangsa, Putera Allah tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan. Justru hukum cinta kasih nantinya digemakan, disuarakan, dan dilaksanakan oleh-Nya melalui penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya. Maka, hukum cinta kasih berbeda dengan hukum dunia maupun hukum yang lama. Dalam hukum cinta kasih buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya karena hukum cinta kasih Allah selalu menguatkan dan menyelamatkan manusia: mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan. Sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan karena hukum cinta kasih Allah memberi terang yaitu membuka mata yang buta serta mengeluarkan orang yang duduk di dalam gelap penjara. Hukum cinta kasih memberikan damai sejahtera dan menjadi terang bagi bangsa-bangsa sehingga segala pulau mengharapkan pengajaran-Nya. Putera Allah dengan setia menyatakan dan melakukan hukum cinta kasih. Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai sampai ia menegakkan hukum di bumi karena ia sendiri adalah hukum dan sumber cinta kasih itu sendiri; Yesus adalah perjanjian antara Allah dengan manusia; Yesus adalah cinta kasih Allah yang menjadi manusia.

Sekarang, berkat pelantikan Yesus Putera Allah, sungai Yordan adalah sungai keselamatan Allah karena dengan tercelupnya Putera Allah ke dalam sungai Yordan, Allah telah membuka pintu gerbang keselamatan manusia; karya keselamatan Allah dan penebusan Putera Allah dimulai dan diawali dari sungai Yordan. Lalu, sungai Yordan akan menghanyutkan Putera Allah menuju ke bukit Golgota dan kepada kebangkitan.

Manusia yang mau diselamatkan oleh Putera Allah harus juga tercelup di dalam pembaptisan. Ketika air baptis jatuh di dahi dan tanda salib Bapa Putera dan Roh Kudus menandai dahi, pada saat itu pula ia tercelup ke dalam sungai Yordan dan muncul kembali bersama Putera Allah. Artinya bersama Putera Allah dalam pembaptisan, ia akan pergi ke Golgota kemudian menuju kepada kebangkitan. Semenjak itu pula, sungai Yordan menjadi sungai pembaptisan yang memberi kehidupan bagi orang–orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Sebab dengan terbenam dan muncul kembali dari sungai pembaptisan Yordan, manusia dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus serta hidup di dalam hukum yang baru yaitu hukum cinta. Jadi, semenjak sungai Yordan menjadi tempat pembaptisan Putera Allah, sungai Yordan memiliki makna baru:  sungai Yordan tidak lagi menjadi melulu simbol kemakmuran orang Yahudi tetapi sekarang menjadi sungai pembaptisan; air sungai Yordan berubah menjadi air baptis.

Akhirnya, sungai Yordan akan selalu mengalir, mengairi dan membasahi sampai ke setiap ujung bumi untuk membawa kabar gembira dan kabar keselamatan. Di sepanjang aliran sungai Yordan, suara Tuhan yang bergema di langit sungai Yordan Israel sekarang bergema kembali di langit keselamatan: Inilah Putera-Ku terkasih, pada-Nya aku amat berkenan. Keagungan Yesus Kristus -Putra Allah- pun menaungi dan menguasai kehidupan.

 

 

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply