Harapan Akan Keadilan Dan Kedamaian

 

Lukisan: Anatoly Zhezher, Beautiful Croatia Landscape, Mountain village Hrvatska

Tahun A

Minggu Kedua Adven

Yesaya 11: 1-10

Roma 15: 4-9

Matius 3: 1-12

Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa  dan tempat kediamannya akan menjadi mulia

 

Suatu hymne Perancis:

Datanglah dia yang benar seperti embun

Bumi terbuka kepada Sang Juru selamat

Bumi terbakar seperti gurun pasir

Bumi dalam penciptaan dipersambahkan kepada roh

Datanglah dia yang benar seperti embun,

Kapan engkau akan melihat dirimu terjaga

Hai,benih ilahi?

 

Datanglah dia yang benar seperti embun,

Bumi terbuka kepada Juruselamat kita!

Datanglah kemuliaan-Nya yang tinggal di dalam kita,

Bumi terbuka kepada api jamannya:

 

Tanah bagi rumah-rumah yang miskin cinta,

Tanah tempat Tuhan sendiri mencari kota.

Kapan Engkau akan melihat cahaya ilahi di tubuh kita

Datanglah kemuliaan-Nya yang tinggal di dalam kita,

Bumi terbuka kepada api jamannya!

 

Datanglah keadilan bagi yang tertindas,

Bumi terbuka bagi sang pembebas:

Tanah di mana kematian menentang penakluknya,

Tanah harapan terlalu cepat dilupakan,

Kapan kamu melihat dirimu terbangun

Oleh Fajar ilahi

 

Datanglah keadilan bagi yang tertindas,

Bumi terbuka bagi sang pembebas!

Datanglah sang sumber di mana manusia dilahirkan kembali,

Bumi terbuka kepada sungai kehidupan:

 

Tanah di mana masa muda telah layu,

Bumi dalam panggilan dunia baru,

Kapan Engkau akan melihatnya mekar lagi

Masa kecil ilahi kita?

 

Datanglah sumber yang mana manusia dilahirkan kembali,

Bumi terbuka kepada sungai kehidupan

 

Kita sekarang berada di minggu ke adven yang kedua.  Minggu adven yang kedua diwarnai dengan harapan akan keadilan sehingga keadilan adalah nafas dari Minggu adven yang kedua. Harapan akan keadilan dibuka dan diramalkan oleh nabi Yesaya. Menurutnya, harapan akan keadillan akan menjadi kenyataan  ketika suatu tunas  akan keluar dari tunggul Isai dan taruknya yang tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Raja Mesias akan datang dan ia berasal dari keturunan Daud -karena itu dikatakan keluar dari tunggul Isai-. Kapan itu? Yesaya hanya menjawab pada hari itu. Iman kita mempercayai bahwa hari itu adalah hari kelahiran Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah suatu tunas keluar dari tunggul isai sehingga ia adalah Raja Mesias yang diramalkan berabad-abad. Sebagai Raja Mesias, jelas, kedatangan-Nya membuka dunia baru, hidup baru, masa depan yang baru. Karena Yesus sang Tunas tidak saja merupakan harapan keadilan tetapi juga kenyataan dari keadilan itu. Bahkan ia akan memerintah semesta dengan keadilan Mesias. Kelahiran-Nya membuka gerbang keadilan bagi segala yang ada. Yohanes Pembaptis menyebut kedatangan-Nya lebih besar daripada dirinya sehingga membuka tali kasut-Nya pun tidak pantas. Mengapa? Karena roh Tuhan ada pada Yesus Kristus sang tunas, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan  dan takut akan Tuhan. Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, Yesus Kristus adalah Raja Mesias. Betapa membahagiakan kenyataan ini bagi yang menanti-Nya.

Yesus adalah sang keadilan Mesias yang menjadi darah dan daging. Kedatangan-Nya membawa keadilan. Keadilan Kristus dilukiskan dengan penuh kidmat oleh nabi Yesaya: “Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang   saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah  dengan keadilan,  dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas  di negeri dengan kejujuran”. Keadilan-Nya menyelamatkan mereka yang miskin dan mereka yang menderita yang tak punya penolong dan harapan, keadilannya akan membawa damai kepada siapa saja dan apa saja.

Karena keadilan-Nya, Yesus Kristus juga adalah Raja damai. Ya, Raja damai yang mendamaikan segala permusuhan termasuk permusuhan antar ciptaan karena naturanya. Berkat kedamaian-Nya, kodrat setiap ciptaan menjadi penuh kasih dan keharmonian. Semuanya terbungkus dan diresapi oleh kedamaian-Nya. Tidak ada lagi yang berbuat jahat atau berlaku busuk karena kedamaian telah memenuhi hati setiap ciptaan, sebab berkat keadilan-Nya seluruh bumi penuh pengenalan akan Tuhan. Kedamaian yang dibawa oleh Raja Mesias sungguh suatu kejaiban dan rahmat bagi setiap ciptaan. Kedamaian Kristus bagi segala ciptaan dilukiskan dengan indah sekali oleh nabi Yesaya: serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring , sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Bumi dan setiap ciptaan merindukan keadilan dan kedamaian. Bumi terbuka kepada sang Juru selamat, bumi terbuka kepada sungai kehidupan, bumi terbuka kepada sang pembebas. Untuk itu, Yesus -Sang Raja Mesias- akan datang untuk membaptis dengan roh kudus dan api. Roh kudus adalah keadilan-Nya dan api adalah kedamaian-Nya. Roh kudus akan membersihkan tempat pengirikannya dan mengumpulkan gandumnya ke dalam lumbung. Gandumnya adalah orang-orang yang hidup di dalam terang-Nya. Apinya akan membakar kejahatan, debu jerami akan dibakarnya di dalam api yang tidak terpadamkan karena kejahatan tidak mungkin ada di gunungnya yang kudus.

Adven minggu kedua mendengungkan bahwa kedamaian-Nya segera datang, keadilan-Nya segera memenuhi semesta. Adven mematri bahwa Yesus Kristus adalah Raja Mesias, Raja Damai, Raja Keadilan sehingga Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan seperti ikat pinggang  tetap terikat pada pinggang. Kedamaian-Nya terus-menerus mengalir kepada setiap hati yang menanti-Nya dan kepada segala ciptaan seperti embun yang turun membasahi tanah. Keadilan-Nya menyegarkan kehidupan seperti mawar mekar merekah di pagi hari.  Damai dan keadilan-Nya tidak berkesudahan. Nyanyian Mazmur kiranya keadilan berkembang  dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan. Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat  sampai ke ujung bumi! bergema dengan merdu di segala tempat. Dan pada waktu itu Taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia. Nyanyian Mazmur merupakan nyanyian setiap hati yang menunggu kedatangan-Nya. Jadi, Advent adalah doa dan harapan akan keadilan dan kedamaian kepada Kristus sang Tunas sang Jurus selamat. Datanglah Emmanuel, datanglah.

Yohanes Pembaptis menyiapkan kedatangan Raja Mesias: Yesus sang Tunas. Ia berseru: Bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat. Seruan dari padang gurun kiranya menjadi seruan Adven yang mengajak setiap hati untuk mendengarkan seruannya supaya hati pantas menyambut kedatangan dan kelahiran Emmanuel. Memang, pertobatan bukanlah suatu aksi sekali tetapi pertobatan berlangsung setiap hari karena menyiapkan hati agar menjadi tempat buaian kelahiran Kristus adalah tugas abadi. Oleh karena itu, kita harus meletakkan kapak kepada akar kebencian dan prasangka yang bercokol di hati kita. Kita menampi ketamakan dan kesenangan berlebihan dan membakar debu jerami kesombongan kita (Fr. Anthony Kadavil). Ketamakan, kebencian, prasangka -semuanya itu- membawa diri kepada kejahatan. Kejahatan hanya menjadikan kita keturunan ular beludak. Akibatnya, pelaku kejahatan tidak akan dapat melarikan diri kemarahan Tuhan. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka  yang akan datang? Nabi Yesaya juga meramalkan dengan keras penghakiman yang akan menimpa kejahatan: Ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Kedua suara nabi ini harus harus membangkitkan kesadaran kita untuk kembali hidup dalam rahmat dan terang Tuhan.

Pertobatan juga berarti menghasilkan buah yang baik, berbuat dan melakukan keadilan yaitu tidak mengurangi hak orang lain, tidak menindas tetapi menghormati sesama. Dalam bahasa St. Paulus pertobatan mencerminkan sikap saling menerima dan menyambut satu sama lain, hidup rukun supaya kita menjadi satu hati dan satu suara untuk memuliakan Allah. Tanpa pertobatan, natal hanyalah kemegahan kosong  yang membuat kita kehilangan maknanya. Pertobatan membuat Kristus sungguh lahir di hati kita, bukan lahir di kandang hiasan gereja. Kata Paus Alexander: Apa gunanya bagiku jika Yesus dilahirkan kembali di ribuan buaian di seluruh dunia dan tidak terlahir kembali di hatiku? Artinya Kristus harus lahir di hati kita dan juga di setiap hari kehidupan kita. Barang siapa membawa Kristus di dalam hatinya, kerajaan surga ada di mana saja, di setiap tempat dan waktu. Kehadirannya akan memancarkan cinta, kebaikan, pengampunan, kerendahan hati kepada dunia di mana pun ia berada. Maka seruan Yohanes hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan menjadi kenyataan. Buah-buah pertobatan meluruskan hidup, memperbaharui dan mengukirnya menjadi indah. Dengan pertobatan, kita membuka kemungkinan-kemungkinan baru yang selama ini tertutupi oleh kebengokkan hati dan pikiran. Kesucian dan keagungan Adven terjadi karena pertobatan hati, cara pikir, cara pandang. Paus Benediktus XVI mengatakan: Adalah tugas adven yang indah untuk membangkitkan di dalam diri kita akan memori-memori kebaikan sehingga membuka gerbang harapan. Adven membuka kembali kebaikan dan kedamaian Kristus yang telah diberikan kepada kita sekaligus mengingatkan kita bahwa masih banyak peristiwa yang akan datang, bahwa kita sedang dalam perjalanan menuju realitas baru, cara baru, manusia baru. Itulah pesan dan makna Adven

Keindahan Adven ditandai dengan lilin yang menyala. Terang lilin yang menyala di atas lingkaran adven menggambarkan terang Tuhan. Di Adven minggu kedua ini, kita menyalakan lilin harapan agar memberikan kekuatan kepada kita dalam perjalanan kita ke gunung Tuhan. Kiranya harapan memenuhi hati dan hidup semua orang yang menyambut Yesus Kristus-tunas Isai-. Dan sekarang, ayo, mari kita pergi ke gunung-Nya supaya Raja Mesias mengajarkan kepada kita jalan kedamaian dan jalan keadilan.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak