Elemen

Lukisan Juan Pablo Salinas,Donna alla spinetta

 

 

 

Elemen merupakan causa bagi substansi komposisi (composite) karena elemen adalah materi substansi komposisi. Elemen menyusun substansi korporal pertama kalinya sehingga bukan setiap causa material merupakan elemen. Sebagai contoh, kita tidak mengatakan bahwa roti adalah elemen karena roti terdiri dari hal-hal lain, tetapi kita mengatakan bahwa bumi dan air adalah elemen karena mereka tidak terbentuk dari korpus-korpus yang lain, sebaliknya korpus-korpus natural terbentuk dari mereka.

Maka, definisi Aristoteles tentang elemen adalah itu yang darinya hal komposisi (substansi korporal) terbentuk pertama kalinya, yang ada (tinggal) di  dalam substansi tersebut, dan tidak terbagi oleh forma. Ketiga poin definisi elemen dapat dijabarkan sebagai berikut:

  • Pertama, pemahaman tentang itu yang darinya hal komposisi (substansi korporal) terbentuk pertama kalinya. Itu yang darinya hal komposisi terbentuk menunjukkan bahwa elemen dapat ditempatkan di dalam causa material. Maka sebagai causa material, definisi ini menggaris-bawahi terminologi pertama. Pertama menunjukkan waktu dan supremasi elemen. Untuk memahami sesuatu hal, tentu kita menganalisanya yaitu kita memecah sesuatu itu tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pada saat analisa itu telah selesai, ternyata hal terakhir yang kita identifikasikan sebagai demikian adalah hal yang pertama secara elemental di dalam komposisi. Misalnya, sebuah mobil terbuat dari berbagai macam hal seperti sistem elektrik, mesin, pembakaran dan seterusnya. Masing-masing sistem tersebut terbuat dari sesuatu yang merupakan hal pertama: kabel, baut, mur, besi, karet. Elemen-elemen ini merupakan hal yang pertama, sebab hal-hal pertama yang dikumpulkan di dalam konstruksi menjadi hal yang terakhir di dalam dekonstruksi. Hal yang sama, organisme makhluk hidup terdiri dari berbagai macam sistem: sistem motorik, sistem pernafasan, sistem pencernaan. Sistem-sistem tersebut terbentuk dari organ dan organ terbuat dari sel dan sel merupakan konstitusi kimiawi. Bagi para biologis, kimia organik yang merupakan konstitusi kimiawi adalah elemen; sementara, para ahli kimia menganalisa komposisi kimia dan elemen dalam konsititusi atom dan para fisikawan menyempitkan analisis elemen kepada sub–atom. Konsekuensinya, apa yang pertama atau elemental itu sifatnya relatif: yang disebut elemen merupakan hal yang berbeda bagi mekanik, bagi para biologis, bagi para kimiawan, dan fisikawan. Dengan demikian, walaupun berbeda, tetapi apa yang disebut elemen adalah sama secara analog: itu yang terakhir di dalam analisis adalah pertama di dalam komposisi secara menyeluruh.
  • Pemahaman tentang yang tetap ada di dalam substansi korporal tersebut mengacu kepada materi tetapi materi yang disebut elemen ini berbeda dengan materi yang dapat binasa-hilang oleh generasi. Misalnya, roti adalah materi untuk darah tetapi darah dihasilkan hanya melalui kebinasaan roti. Maka, roti tidak ada lagi di dalam darah sehingga roti tidak dapat disebut sebagai elemen darah. Tetapi materi yang dimaknai sebagai elemen tetap selalu ada karena materi tersebut tidak mengalami binasa secara menyeluruh. Jika aku makan roti, tentu roti sebagai roti tidak ada lagi di dalam tubuh setelah aku makan dan mencerna roti. Yang ada adalah nutrisi roti: karbohidrat, gula, vitamin. Jadi, roti bukan elemen tetapi nutrisi yang berasal dari roti itulah yang merupakan elemen.
  • Definisi yang ketiga adalah itu (materi) yang tidak terbagi oleh forma. Definisi ini membedakan elemen dengan hal-hal yang memiliki bagian-bagian yang berbeda di dalam forma yaitu spesies. Elemen tidak terbagi menjadi bagian-bagian yang berbeda menurut species, malahan setiap bagiannya adalah materinya. Memang suatu elemen kiranya dapat terbagi dan tidak terbagi secara kuantitatif tetapi seandainya terbagi secara kuantitatif, pembagian tersebut tak pernah menyebabkan elemen menjadi sesuatu yang lain yaitu sesuatu yang berbeda di dalam spesies. Misalnya teori klasik elemen yaitu air. Seandainya kita membagi elemen air menjadi bagian yang lebih kecil lagi, kita tidak pernah bisa membagi air menjadi sesuatu yang lain yang bukan air; seluruh bagian air adalah air. Walaupun suatu elemen dapat diubah menjadi sesuatu yang lain atau menjadi elemen yang lain, sebagai contoh menjadi komposisi, tetapi elemen tidak pernah ditemukan di atas sesuatu yang terbagi tersebut menjadi komposisi sesuatu yang lebih dasar dari dirinya sendiri. Elemen mengada, eksis karena elemen terbagi di dalam quantitas tetapi tidak terbagi oleh forma. Karena tidak terbagi oleh forma maka disebut dengan elemen. Misalnya, huruf-huruf adalah elemen untuk kata-kata (huruf terbagi oleh quantitas tetapi tidak secara forma sehingga hasilnya sama, seperti halnya semua bagian air adalah air dan bukan yang lain)[1].

Elemen dan materi utama: perbedaannya

Elemen memang materi tetapi elemen tidak sama dengan materi utama. Materi utama bertentangan dengan forma, karena materi utama adalah prinsip potensi yang beroposisi dengan forma yang adalah prinsip aktualitas. Materi utama murni pasif potensi sehingga kemahakuasaan potensi dari materi utama tidak dapat dibatasi dan dideterminasi. Artinya, secara per se materi utama tidak memiliki forma. Karena tidak memiliki forma atau aktualitas, materi utama tidak dapat diketahui atau didefinisikan. Materi utama diketahui setelah ada forma substansialnya. Akibatnya, materi utama setelah mendapat forma nantinya akan mengalami perubahan yang radikal. Puncak pemahaman materi utama yang membedakan dengan elemen bahwa materi utama adalah satu secara numerik sebelum mendapat forma tetapi setelah mendapat forma, materi utama yang satu itu menjadi berbeda-berbeda secara numerik.

Elemen, di satu sisinya, adalah materi tetapi elemen bukanlah materi dalam arti materi utama karena elemen-elemen yang dikenali dan diketahui sudah memiliki forma. Sebab elemen adalah substansi dan forma elemen pastilah forma substansial. Buktinya, kita mengenali tendensi, aktivitas dan karakter elemen dan kita mengetahui semuanya itu karena berasal dari aktualitas – forma. Di dalam teori kuno tentang elemen, misalnya tentang elemen bumi dan elemen udara kita dapat melihat dengan jelas apa itu elemen. Bumi memiliki tendensi gerakan memutar ke bawah, membekukan dingin dan kering, sementara udara memiliki tendensi yang berlawanan dengan bumi. Di sini memang pengertian elemen bersinggungan dengan pengertian materi utama tetapi elemen selalu eksis di dalam komposisi dan tak pernah mengada sebagai materi utama. Sebab elemen memiliki suatu species yang tak terbagi menjadi species yang berbeda, dengan kata lain elemen tidak memiliki species sementara materi utama dapat dibagi menjadi species yang berbeda-beda.

[1] Huruf adalah elemen kata karena pertama kalinya setiap kata terdiri dari huruf. Kenyataan ini dapat dirunut dari fakta bahwa kata-kara dipecah menjadi huruf–huruf sebagai hal terakhir; karena apa yang terakhir di dalam pembubaran adalah yang pertama di dalam komposisi. Selain itu, huruf-huruf itu sendiri tidak bisa dipecah lagi menjadi hal lain dan hanya dapat menjadi kata-kata.

 

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply