Berjumpa Dengan Yesus

Lukas 19: 1-10

Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini

 

Menurut legenda kuno, setelah pertemuannya dengan Yesus, Zakheus selalu bangun pagi-pagi dan berangkat dari rumah menuju suatu tempat. Istrinya sangat ingin tahu tentang perilaku aneh suaminya dan ke mana ia pergi. Dia memutuskan untuk membuntutinya pada suatu pagi. Dia memperhatikan bahwa sebelum berangkat, suaminya mengambil sebuah ember menuju sumur, mengisinya dengan air dan kemudian berjalan keluar dari gerbang kota. Zakheus berhenti pada batang pohon ara. Dia meletakkan ember itu dan membersihkan sampah di bawah pohon. Sesudah itu dia menuang air di sekitar pohon itu, membelai cabang pohon itu dan berdiri memandang dengan rasa kagum. Pada saat itu istrinya keluar dari tempat persembunyiannya dan bertanya mengapa dia melakukan itu. Tanpa ragu, Zakheus memberikan jawaban terhadap pertanyaan istrinya, “Di sinilah tempatku menemukan Kristus”.

Pagi itu, langit cerah menaungi kota Yerikho: matahari bersinar di atas langit dengan tenangnya; awan-gemawan berjalan lembut; rumput, dedaunan dan bunga-bunga sibuk menebar pesona karena telah terdengar khabar bahwa Yesus akan lewat melintasi Yerikho. Tentu saja orang-orang Yerikho- termasuk Zakheus -si kepala pemungut cukai yang cebol- juga ingin mengenal, melihat bagaimana rupa Yesus itu. Sayang karena cebol, Zakheus tidak bisa melihat Yesus di tengah kerumunan orang. Namun, tanpa malu, ia berlari mendahului orang banyak dan memanjat sebuah pohon ara yang tumbuh di pinggir jalan. Dia duduk di dahan pohon ara. Sekarang Zakheus berada lebih tinggi dari orang -orang itu untuk melihat Yesus. Yesus datang. Lalu, anehnya Yesus melihat lebih dahulu Zakheus yang ada di atas pohon, memanggil namanya dan meminta ia turun. Zakheus cepat-cepat turun. Dan tak disangka pula Yesus mau menginap di rumah Zakheus. Kedatangan Yesus di rumah Zakheus membuat dirinya terkagum-kagum dan senang luar biasa. Perjumpaan dan kedatangan Yesus yang tak terduga ke rumahnya membuat Zakheus pun bertobat: ia akan memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu dari miliknya yang berasal dari pemerasan akan dikembalikan empat kali lipat. Hari itu telah terjadi keselamatan di rumah Zakheus secara tak terduga dan tak disangka yang disebabkan perjumpaan dengan Yesus yang merubah segalanya. Apa yang bisa dikatakan dari cerita perjumpaan Zakheus dengan Yesus?

Zakheus adalah gambaran hati yang merindukan untuk berjumpa dengan Yesus. Ketika nama Yesus terdengar olehnya, ia berlari mendahului banyak orang dan memanjat pohon ara untuk melihat Yesus. Di saat yang sama pula, Yesus memenuhi keinginan hatinya untuk berjumpa dengan-Nya. Untuk itulah, Yesus melihat terlebih dahulu Zakheus yang ada di atas pohon. Jadi kerinduan hati untuk berjumpa dengan Yesus selalu dijawab dan dipenuhi oleh Yesus.

Maka di dalam setiap peristiwa kehidupan kita berjumpa dengan Yesus. Ia hadir, berkarya, bekerja, mengatur dan menunjukkan keselamatan seperti perjumpaan-Nya dengan Zakheus. Perjumpaan kita dengan Yesus tak lain adalah usaha-Nya yang datang untuk memanggil, mencari dan menyelamatkan yang hilang sama halnya seperti ia memanggil dan menyelamatkan Zakheus. Dari sebab itu, tidak ada yang namanya kebetulan karena semua adalah bagian dari rencana-Nya.

Berjumpa dengan Yesus dimulai dari peristiwa biasa, sederhana dan sehari-hari. Hal yang paling umum adalah perjumpaan dengan sesama. Kita selalu berjumpa dan bertemu dengan orang-orang entah kawan ataupun orang -orang baru entah secara sengaja dan tak disengaja. Perjumpaan atau pertemuan dengan sesama selalu membawa keuntungan. Hal itu disebabkan karena pertemuan dan perjumpaan memuat hal-hal yang tak terduga dan penuh misteri. Tak terduga karena tak pernah kita rencanakan; penuh misteri karena penuh makna, menunjukkan jalan keluar, pemecahan akan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi bahkan juga keselamatan. Bahkan perjumpaan kita dengan sesama yang paling membutuhkan –mereka yang lapar, mereka yang sakit, mereka yang menderita, mereka yang miskin adalah perjumpaan dengan Yesus sendiri. Di balik wajah mereka kita bertemu langsung dengan Yesus.

Perjumpaan dengan Yesus juga berlangsung di dalam di setiap doa dan sakramen yang kita rayakan. Ketujuh sakramen sebenarnya adalah perjumpaan Yesus dengan kita dalam peristiwa-peristiwa penting kehidupan kita. Di peristiwa kelahiran, kita berjumpa dengan Yesus di dalam sakramen baptis; di saat manusia berdosa, meninggalkan Allah ia berjumpa lagi dengan Yesus yang datang dan memanggil lewat sakramen tobat, di saat manusia dewasa dalam iman ia berjumpa dengan Yesus di dalam sakramen krisma. Di saat manusia menentukan pilihan hidupnya, ia berjumpa dengan Yesus di dalam sakramen perkawinan ataupun sakramen imamat. Di dalam sakit ia berjumpa dengan Yesus di dalam sakramen perminyakan; dalam rasa syukur ia pun berjumpa dengan Yesus di dalam sakramen Ekaristi. Di dalam doa kita sehari-hari, kita pun berjumpa dengan Yesus dalam iman dan roh. Maka, sakramen dan doa ibarat memanjat pohon iman untuk melihat dan bertemu Yesus karena sakramen adalah pohon keselamatan sementara doa melambungkan hati dan jiwa ke hadirat Yesus.

Perjumpaan dengan Yesus juga terjadi di dalam tindakan-tindakan: tindakan kebaikan, tindakan kebenaran, tindakan cinta. Setiap kali kita bertindak dalam kebenaran, keadilan, kebaikan dan cinta kasih selalu datang kedamaian bahkan wajah-Nya muncul dan hadir di dalam hati. Bukankah ketika kita menatap wajah-Nya di hati, kita berjumpa dengan diri-Nya?

Perjumpaan dengan Yesus selalu meninggalkan buahnya. Jalan keluar, harapan, kedamaian, sukacita keselamatan yang kita peroleh lewat perjumpaan dengan diri-Nya membuat kita bersyukur dan terkagum-kagum akan kebesaran Allah sehingga kita memuliakan Allah seperti yang terjadi di rumah Zakheus. Kegembiraan dan sukacita yang didapat membuat kita memanjat pohon kehidupan seperti Zakheus yang memanjat pohon ara untuk melihat Yesus. Pohon kehidupan yang kita panjat berubah menjadi pohon keselamatan karena kita telah melihat Yesus yang datang untuk menyelamatkan kita. Dan seperti Zakheus, di depan pohon keselamatan kita pun berkata: “Di sinilah aku menemukan Kristus”. Kata Yesus Hari ini telah terjadi keselamatan”.

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply