Berita Iman

 

Lukisan Pierre Auguste Renoir, Bunch of Flowers

 

Kisah 8: 26-40

                Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya

Ada seorang kakek Benyamin yang tidak pernah melewatkan hari-harinya tanpa membaca berita. Berita baginya  merupakan sesuatu keharusan yang harus didengar dan diikuti. Mengikuti berita berarti melihat dan mendengar peristiwa-peristiwa yang terjadi di belahan bumi lainnya. Dan tentu saja dengan melihat dan mendengar peristiwa-peristiwa, menurut si kakek Benyamin, kita tahu bahwa kita tidak pernah sendirian dalam menjalani hidup ini. Tidak hanya si kakek Benyamin saja, kebanyakan orang pada selalu mencari koran, mendengarkan radio, melihat Tv untuk mendengarkan berita. Beragam berita yang dapat didengar, mulai dari ekonomi, politik, kemanusiaan dan lain sebagainya. Maka bagi kebanyakan orang, jika tidak membaca dan mengikuti berita selama satu hari akan merasa sudah ketinggalan zaman. Diri seolah-olah menjadi kuno karena tidak tahu apa yang terjadi.

Ternyata iman juga suatu berita. Berita iman akan Yesus Kristus yang dimulai dari Yerusalem sampai ke berbagai penjuru dunia dimuat dalam kisah Para Rasul. Melalui Kisah 8:26-40 kita akan menyaksikan secara khusus bagaimana Filipus memberitakan iman akan Yesus Kristus kepada sida-sida Ethiopia. Lalu bagaimana sida-sida itu mencari pengertian akan kitab suci yang dibacanya itu.

  1. Dikatakan bahwa Filipus mengabarkan Injil dengan mengikuti dorongan Roh Kudus. Pernyataan ini mau mengatakan bahwa Allah sendirilah lewat Filipus yang mengabarkan dan memberitakan Diri-Nya kepada setiap orang. Berita apa? Kabar apa? Kerahiman-Nya; keselamatan-Nya; belas kasih-Nya kepada manusia itulah yang mau diwartakakan oleh Allah kepada semua orang. Dengan mengabarkan Diri-Nya, Allah menunjukkan bahwa Dia adalah Bapa yang begitu mencintai dan merindukan anak-anak-Nya. Berita tentang Bapa yang demikian yaitu cinta-Nya kepada anak-anaknya harus diketahui dan dirasakan oleh anak-anak-Nya. Jadi berita Allah adalah berita kehidupan, berita keselamatan, bukan sekedar berita yang segera lenyap seperti berita di media. Sebab siapa yang mendengarkan dan mengetahui tentang berita ini akan muncul dalam dirinya sukacita, kegembiraan bahwa dia dicintai oleh Allah. Cinta Allah membuahkan keselamatan. Berita Allah hanya dapat didengar dan dirasakan melalui iman. Berita Allah ini telah ditangkap dan dibaca oleh sida-sida Ethiopia. Berita Allah menjadi berita keselamatan bagi sida-sida karena setelah mendengar penjelasan reporter Filipus ia memberikan dirinya untuk dibaptis. Baptisan menunjukkan bahwa dia sekarang telah menjadi putra Allah sehingga dia bersukacita. Terbukti bahwa berita Allah adalah berita kehidupan. Siapa yang menerima berita Allah dengan iman, keselamatan akan menjadi konsekuensinya.
  2. Di dalam kereta sida-sida sedang membaca kitab suci. Kitab suci itulah adalah koran, tv dan radio iman yang mengabarkan dan memberitakan karya-karya Allah. Koran iman ini terbit setiap saat. Tv dan radio iman itu selalu mengudara tanpa henti. Bahkan setiap saat bisa didengar ataupun dibaca. Saat berita-berita Allah dibaca dengan sungguh-sungguh, ternyata berita-berita tentang Allah, karya Allah dari hari–hari makin menarik dan makin mempesona. Berita-berita Allah membuat kita makin terpikat untuk selalu mengikuti-Nya. Dan meskipun berita-berita Allah itu sering kali diulang dan diberitakan kembali tidak akan pernah menciptakan kebosanan tetapi justru kesegaran. Mengapa? Karena selalu ada makna yang baru di dalam berita-berita Allah sehingga setiap momen dan peristiwa yang terjadi dalam hidup ini selalu diterangi dan ada dalam bingkai penyelenggaraan ilahi. Maka, berita-berita tentang Allah tidak pernah selesai untuk diartikan, dimaknai dibaca dan didengarkan terus-menerus. Akibatnya, jika kita tidak membaca berita tentang Allah sehari saja, rasanya kita telah ketinggalan zaman dan menjadi kuno di dalam iman. Dan orang yang menjadi kuno itu selalu hidup di dalam kebosanan. Kiranya kita selalu membaca kitab suci dan mendengarkan berita–berita iman yang ada di dalamnya supaya diri tak pernah menjadi kuno dalam iman dan selalu menjadi segar. Hidup yang segar ibarat padang hijau subur yang memikat dan menghiasi kehidupan sehingga hidup menjadi indah menawan. Jangan pernah melewatkan berita iman Yesus kristus.

 

Author: Duckjesui

lulus dari universitas ducksophia di kota Bebek. Kwek kwek kwak

Leave a Reply